Pantau Flash
Pemerintah Pastikan Omnibus Law Tidak Akan Berdampak Upah Minimum Berkurang
Indonesia Kirim Lima Wakil ke Semifinal Indonesia Master 2020
Menko Luhut Sebut Pencabutan Subsidi Elpiji 3 Kilogram Demi Efisiensi
Pemprov DKI Akan Terbitkan Peraturan Terkait Izin PKL Berdagang di Trotoar
Soal RUU Omnibus Law, F-PPP: Jangan Hanya Memikirkan Aspek Investasi!

Fajar/Rian Gandakan Keunggulan Indonesia atas Thailand

Fajar/Rian Gandakan Keunggulan Indonesia atas Thailand Fajar/Alfian. (Foto: Dok. PBSI)

Pantau.com - Pasangan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto berhasil menggandakan keunggulan Indoesia atas Thailand menjadi 2-0 pada semifinal beregu putra SEA Games 2019.

Ganda putra peringkat lima dunia ini sukses mengalahkan Bodin Isara/Maneepong Jongjit dengan skor 22-20, 19-21, 21-17 di Muntinlupa Sports Complex, Filipina, Senin (2/12/2019). 

Pada laga perdana ini, Fajar/Alfian mengaku masih beradaptasi dengan kondisi lapangan. Oleh karena itu, keduanya harus bersusah payah untuk bisa meraih kemenangan melawan Isara/Jongjit. 

Baca Juga: Jojo Sumbang Poin Pertama untuk Indonesia

Fajar/Rian sempat unggul tipis di awal gim pertama, tapi selebihnya mereka terus tertinggal 9-13, 15-19 dari Isara/Jongjit. Dalam posisi 15-19, Fajar/Rian kemudian menyalip perolehan poin menjadi 20-19. Setelah terlibat adu setting, pasangan Indonesia ini akhirnya bisa menang 22-20.

Pasangan Merah Putih ini sebetulnya memiliki peluang memenangkan pertandingan dengan dua gim setelah tidak tersentuh sejak awal. Namun Isara/Jongjit justru mampu menyamakan kedudukan di poin 18-18 sebelum akhirnya merebut gim kedua dengan 21-19.

Di gim penentu, skor ketat kembali membayangi di awal laga. Beruntung setelahnya, Fajar/Rian terus melenggang memimpin perolehan angka. Skor 21-17 menjadi penanda kemenangan Fajar/Rian di game kedua.

Baca Juga: Jumpa Thailand, Ini Susunan Pemain Beregu Putra

Hasil tersebut sangat bertolak belakang dengan pertemuan sebelumnya di China Open 2019. Saat itu Fajar/Rian menang mudah dengan skor 21-14, dan 21-11. 

"Bukannya beralasan, tapi memang kenyataannya kami dapat bye sementara mereka sudah coba lapangan. Jadi penguasaan situasi, angin dan lapangan, mereka sudah lebih dulu dari kami. Adaptasi lapangan kami lebih terlambat dari lawan," kata Fajar.

"Hari ini mereka bermain lebih safe dan nggak gampang mati. Balikan bola mereka juga banyak yang menyusahkan. Bola-bola tanggung juga kami banyak mati sendiri. Lawan juga tadi lebih berani dibanding pertemuan sebelumnya," ujar Rian.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Kontributor - ANU
Category
Olahraga

Berita Terkait: