Pantau Flash
Korsel Kucurkan USD74 Juta Garap Sistem Antidrone Antisipasi Ulah Korut
Menteri Energi Arab Saudi Targetkan Produksi Minyak Pulih Akhir September
Hindari Asap Karhutla, Satwa Liar Banyak Masuk ke Permukiman Warga
Karhutla di Indonesia Diprediksi hingga Akhir September
Data: Tren Penggunaan Robot pada Industri Indonesia Naik

Gengs.... Indonesia Masih Butuh 80 Ribu Guru untuk 4 Bidang Ini

Headline
Gengs.... Indonesia Masih Butuh 80 Ribu Guru untuk 4 Bidang Ini Ilustrasi (Pixabay)

Pantau.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengungkapkan Indonesia masih membutuhkan tenaga guru untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di 4 bidang yang jumlahnya mencapai 80 ribu guru. 

Sekretaris Jenderal Kemdikbud, Didik Suhardi mengungkapkan sesuai dengan nawacita Jokowi-JK bahwa 4 prioritas SMK untuk bidang Pariwisata, Pertanian dan Ketahanan Pangan, Kemaritiman dan Industri Kreatif.

"Sesuai dengan nawacita Bapak Presiden bahwa kita memprioritaskan 4 SMK kejuruan Pariwisata, Pertanian dan Ketahanan Pangan, Kemaritiman dan Industri Kreatif, memang kita masih ada kekurangan  guru disitu sekitar 80ribu-an," ujarnya saat ditemui dalam diskusi Forum Merdeka Barat (FMB) 9, Kementerian Komunikasi dan Informasi, Jakarta Pusat, Selasa (12/3/2019).

Baca juga: Saham Boeing Anjlok, Pihak Asuransi Kewalahan Hadapi Klaim

Lebih lanjut kata dia, jumlah tersebut masih dalam proses pemenuhan kebutuhan dengan bertahap. Baik melalui rekrutmen di Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) juga melalui program keahlian ganda. 

"Secara bertahap kita isi, pertama, lewat lowongan baru lewat Kemenpan, kedua kita beri keahlian ganda guru normatif dan adaptif yang berkeinginan menjadi guru produktif," ungkapnya.

Baca juga: Ini 12 Maskapai Penerbangan dengan Jumlah Boeing 737 Max Terbanyak

Pihaknya mengatakan, setiap tahun rutin memberikan pelatihan keahlian ganda untuk guru-guru yang normatif dan adaptif untuk mendapatkan tambahan keahlian.

"Sehingga setiap tahun (dilakukan), tahun lalu 12 ribu peserta, tahun ini enam ribu yang kita latih untuk punya keahlian ganda," pungkasnya.

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Nani Suherni
Reporter
Ratih Prastika
Category
Ekonomi

Berita Terkait: