Forgot Password Register

GNPF-U: Seruan Habib Rizieq di Reuni 212 Tak Langgar Aturan

GNPF-U: Seruan Habib Rizieq di Reuni 212 Tak Langgar Aturan Habib Rizieq (Foto: Reuters)

Pantau.com -Seruan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab (HRS) dalam acara Reuni Akbar Mujahid 212 kepada umat Islam untuk tidak memilih caleg dan capres-cawapres dari partai pendukung penista agama dinilai penyelenggara Reuni Mujahid 212 bukanlah sebuah pelanggaran pemilu.

Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama, Ustadz Yusuf Muhammad Martak turut menyoroti langkah Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI yang berencana menyelidiki rekaman suara yang diputar pada acara itu. Menurutnya, seruan Rizieq tersebut hanyalah sebuah fatwa yang tak harus dijalankan oleh semua umat islam di Indonesia.

Baca juga: Rizieq Ajak Peserta Reuni Mujahid 212 Tak Pilih Capres yang Diusung Partai Penista Agama

"Hal itu merupakan Fatwa Habib Rizieq Shihab sebagai Imam Besar Umat Islam kepada pengikutnya, dan memberikan kebebasan bagi yang mengikutinya untuk menjalankan atau tidak," ujar Martak dalam jumpa pers di Kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (7/12/2018).

Martak menegaskan bahwa ia dan pihaknya menilai Rizieq tak melanggar Undang-Undang Pemilu nomor 7 tahun 2017 ataupun PKPU, dalam hal ini kampanye di luar jadwal. Pasalnya, Rizieq dianggap bukanlah merupakan seorang capres-cawapres, caleg, tim sukses, bukan juga panitia Reuni 212.

Baca juga: Soal Seruan Habib Rizieq Jangan Pilih Partai Penista Agama, Gerindra: Itu Tausiyah Beliau

Sementara di sisi lain, Martak pun mempersilakan jika ada pihak yang melakukan hal serupa dengan menyerukan pilih Jokowi menjadi sebuah fatwa. Menurutnya itu tak perlu menuai polemik.

"Silakan saja untuk kubu petahana membuat fatwa wajib pilih Jokowi sah-sah saja," pungkasnya.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More