Forgot Password Register

Iran Sebut AS Tidak 'Gentle' Soal Kesepakatan Nuklir, Ini Tanggapan China

Presiden Iran Hassan Rouhani. (Foto: Reuters/Wang Zhao) Presiden Iran Hassan Rouhani. (Foto: Reuters/Wang Zhao)

Pantau.com - Presiden Iran Hassan Rouhani kembali melontarkan kritikan pedas terhadap Amerika Serikat terkait keputusan Donald Trump menarik diri dari kesepakatan nuklir Iran yang telah digagas sejak 2015 lalu.

Ia pun turut memberikan apresiasi terhadap Rusia dan China yang hingga kini masih memegang perjanjian tersebut. Hal itu ia sampaikan saat berbicara di KTT Organisasi Kerjasama Shanghai (SCO), sebuah kelompok keamanan regional yang dipimpin oleh China dan Rusia.

"Upaya AS untuk memaksakan kebijakannya pada yang lain berkembang sebagai ancaman bagi semua," ujar Rouhani yang dikutip Pantau.com dari Reuters, Senin (11/6/2018).

"Contoh terbaru dari "unilateralisme" dan penolakan terhadap keputusan komunitas internasional oleh pemerintah AS adalah penarikannya dari JCPOA," sambung Rouhani.

Baca juga: Prancis kepada Israel: Pertahankan Kesepakatan Nuklir Iran atau Perang Negara Kawasan

Kesepakatan nuklir tahun 2015 yang disetujui negara-negara dunia telah mencabut sanksi internasional terhadap Iran. Sebagai imbalannya, Iran menyetujui pembatasan aktivitas nuklirnya dan bersedia membatasai waktu dalam memproduksi bom atom. 

Presiden AS Donald Trump menarik diri dari kesepakatan perjanjian tersebut pada bulan lalu. Ia menyebut, perjanjian itu sangat cacat.

Sementara itu menanggapi pernyataan Rouhani, Presiden China Xi Jinping menyatakan, sangat menyesalkankan keputusan Amerika Serikat untuk ke luar dari kesepakatan nuklir Iran itu.

Namun ia memastikan, jika pihaknya bersama Rusia tetap akan menjaga perjanjian itu. "China bersedia bekerja dengan Rusia dan negara-negara lain untuk melestarikan JCPOA," kata Xi.

Baca juga: Israel Sesumbar Akan 'Kubur' Kesepakatan Nuklir Iran

Share :
Komentar :

Terkait

Read More