Pantau Flash
Sulitnya Klaim Asuransi Masuk 10 Besar Keluhan Konsumen Indonesia
4 Bocah Jadi Tewas Akibat Kebakaran Rumah di Kota Batu
Bukan Erick Thohir, Gojek Justru Tarik Boy Thohir untuk Isi Kursi Komisaris
Kemenpora-PASI Saring Atlet Berprestasi di ASG untuk SEA Games
Kabar Buruk, PHK Pekerja Nissan Bertambah Hingga 10.000

'Jurus Perang Sun Tsu ala Jokowi'

'Jurus Perang Sun Tsu ala Jokowi' Joko Widodo dan Ma'ruf Amin di KPU (Foto: Antara/Hafidz Mubarak)

Pantau.com - Analis politik dari Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang Mikhael Bataona menilai Joko Widodo telah memperagakan jurus mahaguru perang Sun Tzu yang memorak-porandakan lawan tanding dalam Pilpres 2019.

"Menurut saya, Jokowi sangat cerdik. Jokowi sedang memperagakan jurus perang Sun Tsu, dan berhasil membuat lawannya saling bertengkar sendiri karena tidak segera menemukan kecocokan soal wakil," kata Mikhael Bataona kepada Antara di Kupang, Jumat (10/8/2018).

Ia mengemukakan pandangan itu berkaitan dengan fenomena politik menjelang penutupan pendaftaran pasangan calon presiden dan wakil presiden ke KPU, Kamis (9 Agustus 2018) malam.

Baca juga: Gagal Jadi Cawapres 2019, AHY Siap Maju Pilpres 2024

Partai Demokrat bahkan menyerang Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto dengan sebutan Jenderal Kardus, dan penolakan Demokorat pada nama Sandiaga Uno.

"Inilah yang menjadi kata kunci Jokowi semalam (9/8)," katanya.

Pengajar pada Fakukltas Ilmu Sosial dan Politik Unwira itu lantas mengutip pernyataan Sun Tzu, "Letihkan mereka dengan jalan berputar-putar. Bikin mereka bertengkar sendiri. Haluslah agar kau tidak terlihat. Misteriuslah agar kau tak teraba. Maka, kau akan menguasai nasib lawanmu."

"Jokowi telah memperagakan jurus perang mahaguru Sun Tsu dengan sangat dingin," katanya menjelaskan.

Baca juga: Serahkan Surat Berhenti sebagai Wagub DKI, Sandiaga Peluk Erat Anies Baswedan

Ppada menit-menit terakhir, ketika nama Mafhud Md. dan secara fisik Mafhud sudah siap masuk arena deklarasi, justru Jokowi memutuskan nama Ma'aruf Amin. "Hal ini jelas bahwa bonus efek kejut itu diperoleh Jokowi," katanya.

Kejutan pertama adalah penolakan oleh para pendukung Jokowi-Mafhud karena luka lama dalam Pilgub DKI lalu.

"Saya kira ini reaksi alamiah yang akan berangsur pulih sejalan dengan waktu," katanya.

Menurut dia, pemilih Jokowi sulit untuk melakukan eksodus karena mereka sangat fanatik. Narasi-nerasi yang dibangun Mafhud setelah bertemu Jokowi di Istana sudah mulai mendinginkan situasi.

Share this Post:
Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta
Category
Nasional

Berita Terkait: