Pantau Flash
ESDM: Kontrak Blok Corridor Diteken Gunakan Skema Gross Split
Seorang Ekstremis Selandia Baru Rencanakan Pembunuhan PM Jacinda Ardern
Jumlah Pelamar CPNS 2019 Diprediksi 5,5 Juta
PBSI Targetkan Juara Umum SEA Games 2019
Imbauan MUI Jatim ke Pejabat Muslim Tak Ucapkan Salam Lintas Agama Disorot

Kapal Tanker Iran Meledak, Harga Minyak Dunia Naik Tajam

Headline
Kapal Tanker Iran Meledak, Harga Minyak Dunia Naik Tajam Ilustrasi harga minyak dunia naik. (Foto: Antara)

Pantau.com - Harga minyak naik tajam pada akhir perdagangan Jumat atau Sabtu pagi WIB. Investor mengamati dengan cermat perkembangan terbaru dari dua ledakan yang menghantam kapal tanker minyak Iran di Laut Merah, yang memicu kekhawatiran atas gangguan dalam produksi minyak mentah di wilayah tersebut.

Haga minyak mentah yang menjadi patokan di AS, West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman November menguat 1,15 dolar AS menjadi 54,70 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

Sementara itu, harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Desember naik 1,41 dolar AS menjadi ditutup pada 60,51 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange.

Baca juga: Catat! 2020 Penjualan Minyak Goreng Wajib Gunakan Kemasan

Dua ledakan terpisah diduga peluru kendali menghantam kapal tanker minyak Iran di Laut Merah, sekitar 60 mil dari kota pelabuhan Jeddah, Arab Saudi, pada Jumat pagi, kantor berita resmi IRNA melaporkan.

Ledakan itu, kemungkinan disebabkan oleh "serangan rudal," menyebabkan kerusakan serius pada kapal tanker dan minyak tumpah ke laut, kata laporan itu. Pakar teknis saat ini sedang menyelidiki penyebab insiden itu.

Baca juga: Dilarang Pemerintah, Seberapa Bahaya Minyak Curah untuk Kesehatan?

Kementerian Luar Negeri Iran juga menyatakan keprihatinan atas tumpahan minyak dari kapal tanker minyak Iran yang rusak, yang dapat mengakibatkan pencemaran lingkungan.

"Para pelaku aksi petualangan berbahaya ini bertanggung jawab atas semua konsekuensinya, termasuk polusi yang ditimbulkan terhadap lingkungan," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Abbas Mousavi dalam sebuah pernyataan.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Lilis Varwati
Category
Ekonomi

Berita Terkait: