Forgot Password Register

Kasus Suap Kalapas Sukamiskin, KPK Pastikan Belum Ada Tersangka Baru

Kasus Suap Kalapas Sukamiskin, KPK Pastikan Belum Ada Tersangka Baru Lapas Sukamiskin (Foto: Antara/ Novrian Arbi)

Pantau.com - Dalam surat dakwaan Kalapas Sukamiskin Wahid Husen terungkap bahwa suap bukan hanya dilakukan oleh napi korupsi Fahmi Darmawansyah. Nama dua narapidana, Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan dan Fuad Amin juga dituliskan pernah memberi suap kepada Kalapas agar mendapat fasilitas mewah di Sukamiskin dan bebas keluar masuk Lapas.

Meski begitu, KPK belum memastikan akan menetapkan kedua napi korupsi itu dalam kasus serupa.

Baca juga: KPK Duga Kalapas Sukamiskin Terima Suap dari Narapidana Lain

"Nanti kita lihat. Ada beberapa fakta persidangan baru. Tapi saya belum bisa mengatakan apakah akan ada tersangka baru," kata Wakil Ketua KPK Laode M Syarief usai menghadiri acara premier Anti-corruption Film Festival di CGV Grand Indonesia, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis, 6 Desember 2018.

Laode menjelaskan, penyidik perlu mengkaji terlebih dahulu peran para pihak baru yang disebut dalam dakwaan.

"Kita lihat perannya. Perannya masih sedikit saja atau dia yang utama," kata Laode.

Hingga saat ini fokus KPK lebih dulu menyelesaikan sidang yang masih berjalan.

"Kita selesaikan sidang dulu. Selesai itu jaksa dan penyidik datang lagi ke kantor mendiskusikan beberapa hal," pungkasnya.

Dalam surat dakwaan disebut, para napi korupsi itu telah mendapatkan fasilitas mewah sejak Wahid baru menjadi Kalapas Sukamiskin pada 13 Maret 2018. Namun hal itu dibiarkan Wahid.

Baca juga: Kalapas Sukamiskin Terima Hadiah dari Wawan dan Fuad Amin untuk Fasilitas Mewah

Fasilitas mewah yang dimaksud seperti kamar Lapas dilengkapi AC dan televisi serta menggunakan telepon genggam. Bukan hanya fasilitas, Wahid juga memberikan kemudahan ijin keluar lapas. Sebagai gantinya, Wahid menerima sejumlah pemberian dari para napi korupsi tersebut. Suap itu diterima Wahid melalui perantara ajudannya, Hendry Saputra.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More