Forgot Password Register

Kata Panglima TNI Soal Koopssusgab, Pasukan Elite Penumpas Teror

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto (Foto: Pantau.com/Dini Afrianti Efendi) Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto (Foto: Pantau.com/Dini Afrianti Efendi)

Pantau.com - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto angkat bicara mengenai Komando Pasukan Khusus Gabungan (Koopssusgab) milik TNI yang hingga kini belum memiliki payung hukum, padahal pasukan super elite itu dinilai ampuh menumpas aksi teror yang membahayakan Indonesia.

"Jadi Koopssusgab dibentuk dalam rangka menanggulangi aksi teror yg akhir-akhir ini terjadi," ujar Marsekal Hadi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 24 Mei 2018.

Baca juga: Moeldoko Jelaskan Peran Vital Pasukan Elite TNI, Koopssusgab

Marsekal Hadi mengatakan, Koopssusgab merupakan sebuah tim perpanjangan tangan TNI, sebagaimana yang diatur dalam undang-undang TNI Nomor 34 Tahun 2004.

Namun sayang, sepak terjang Koopssusgab hingga kini belum dianggap legal meskipun sudah terbentuk dan praktik latihan tim telah dilakukan sejak 2015, tapi masih bersandar pada peraturan Panglima TNI membentuk Koopssusgab.

Oleh karenanya, Marsekal berharap Koopssusgab memiliki payung hukum yang lebih jelas dalam penindakan, dengan meminta diterbitkannya Kepres Presiden.

"Untuk latihan bisa, saya udah dikeluarkan oleh Pak Moeldoko waktu itu bisa pelatihan. Hukumnya yang belum ada yang kita tunggu," katanya.

Mantan Kepala Satuan Angkatan Udara (KSAU) TNI itu memastikan, keterlibatan pasukan Koopssusgab tidak akan tumpang tindih dengan tugas Polri, karena TNI pada dasarnya adalah tim yang diperbantukan dalam kondisi yang amat diperlukan, dan dalam keadaan genting hingga mengancam keamanan negara.

"(Koopssusgab) operasi khusus ketika teroris dan sangat-sangat menteror, dan operasi tingkat khusus itu kita lakukan. Sebagai salah satu contoh, pada waktu pembebasan kapal di Somalia, mungkin ada operasi lain yang seperti itu," ujarnya.

"Kan (Polri) sudah (minta bantuan), Pak Tito sudah sampaikan itu minta bantuan," sambungnya.

Baca juga: Perangi Terorisme, Jokowi Gunakan Hard Power dan Soft Power

Pasukan Koopssusgab ini terdiri dari 90 orang prajurit TNI terbaik yang terdiri dari Denjaka (pasukan khusus TNI AL), Denbravo (pasukan khusus TNI AU) dan Sat-81 (pasukan khusus TNI AD).

Pasukan ini diprediksi memiliki kemahiran terbaik dalam mendeteksi bertempur, dan dalam pengambilan keputusan.

Apabila tidak dalam keadaan mendesak, maka keseharian pasukan ini adalah latihan dan latihan. Sehingga nantinya saat diturunkan dan memerlukan bantuan, pasukan sudah siap sedia dan mampu turun lapang dalam hitungan menit. 

Share :
Komentar :

Terkait

Read More