Forgot Password Register

Kemenkes: Petugas KPPS Meninggal Terbanyak di Jawa Barat

Kemenkes: Petugas KPPS Meninggal Terbanyak di Jawa Barat Tri Hesti Widyastuti saat diskusi bersama IDI (Foto: Pantau.com/Lilis Varwati)

Pantau.com - Kementerian Kesehatan telah menerima data jumlah petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dari 17 provinsi yang mengalami sakit dan meninggal. 

Perwakilan Dirjen Pelayanan Kesehatan Kemenkes Tri Hesti Widyastuti mengungkapkan, data per tanggal 12 Mei 2019 tercatat petugas KPPS yang meninggal sebanyak 445 orang. 

"Kita dapat laporan terakhir 12 Mei jam 18.00, baru 17 provinsi yang masuk. Memang mereka ini kan mengumpulkan data dari seluruh kabupaten/kota itu tidak mudah. Dari 17 provinsi terdapat 445 meninggal dan sakit sekitar 10 ribu," kata Hesty dalam diskusi publik di Sekretariat Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Menteng, Jakarta Pusat, Senin (13/5/2019).

Baca juga: Ini 13 Penyakit Penyebab Kematian Petugas KPPS Versi Kemenkes

Dari angka tersebut, lanjutnya, petugas KPPS meninggal paling banyak terjadi di Jawa Barat. Sementara petugas yang sakit terbanyak di DKI Jakarta. 

"Dari angka kesakitan yang terbanyak di wilayah DKI Jakarta. Kemudian di Banten. Nomor tiga ada di Jawa Timur kemudian Jawa Barat. Kalau untuk kematian ada di Jawa Barat di angka 177. Kemarin kita enggak nyangka ada Kalimantan Selatan ada di nomor dua (jumlah terbanyak korban meninggal) saat ini dengan laporan 17 provinsi," paparnya.   

Menurut Hesty, lebih banyak jumlah petugas yang meninggal di luar rumah sakit atau tidak sedang dalam melakukan perawatan medis. Sedangkan rata-rata usia petugas yang meninggal di atas 50-59 tahun juga 40-49 tahun, kata Hesty. Serta, penyebab kematian berdasarkan penyakit paling banyak akibat gagal jantung, stroke, dan kecelakaan lalu lintas. 

Baca juga: KPU Minta Pembahasan Soal Meninggalnya Petugas KPPS Tak Berlarut-larut

"Ini masih data sementara. Nanti kalau sudah selesai baru mungkin dipublikasi. Ini baru 17 dari 34 provinsi. Ini yang kami push agar data di daerah sudah bersih. Berdasarkan lokasi meninggal memang paling banyak di luar RS," katanya.

Menindaklanjuti data tersebut, Hesty mengatakan Kemenkes telah menyebarkan surat edaran kepada Dinas Kesehatan Provinsi untuk lakukan uji medis terhadap petugas yang sakit dan melakukan autopsi verbal terhadap petugas meninggal. 

"Kami buat edaran agar dinas provinsi kemudian PIC di daerah untuk laksanakan kalau yang sakit di rumah sakit dilakukan uji medik, tapi itu pun terhadap indikator yang diperlukan saja. Untuk yang meninggal di rumah sakit dilakukan audit kematian tapi kalau (meninggal) di luar rumah sakit dilakukan autopsi verbal," ucapnya. 

Share :
Komentar :

Terkait

Read More