Pantau Flash
Presiden Jokowi Teken PP Penyediaan Tenaga Teknis di Perdagangan Jasa
Rupiah Melemah Jelang Perilisan Data Neraca Perdagangan
Menteri Edhy: Perizinan Kapal Tangkap Ikan Akan Selesai 1 Jam
MUI Akan Gelar Ijtima 3000 Ulama di Bogor
BWF World Tour Finals 2019: The Daddies Raih Gelar Juara

Kemenko Perekonomian Harapkan Ada Peningkatan Kerjasama dengan AS

Kemenko Perekonomian Harapkan Ada Peningkatan Kerjasama dengan AS Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian, Iskandar Simorangkir. (Foto: ANT)

Pantau.com - Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian, Iskandar Simorangkir, mengharapkan adanya peningkatan hubungan ekonomi dari sisi perdagangan maupun investasi dengan Amerika Serikat (AS).

Hal tersebut diungkapkan Iskandar di Jakarta, Selasa (3/12/2019), usai menerima kunjungan dari delegasi United States-Association of South East Asian Nations Business Council (US-ABC) yang dipimpin Senior Vice President dan Regional Managing Director US-ABC Ambassador Michael W Michalak.

Pertemuan ini bertujuan untuk saling bertukar pandangan mengenai cara-cara meningkatkan hubungan business to government (B2G) yang lebih positif, membuat lingkup aturan yang lebih kompetitif, dan membentuk ekosistem bisnis yang lebih berkualitas di Indonesia.

Baca juga: Jokowi: Ekonomi Indonesia Jangan Tertekan Perang Dagang

AS merupakan mitra dagang ketiga terbesar untuk Indonesia setelah China dan Jepang, dengan nilai perdagangan bilateral mencapai 28,6 miliar dolar AS pada 2018 atau naik 10,42 persen dari 2017 serta investasi langsung sebesar 1,2 miliar dolar AS untuk 572 proyek.

Iskandar mengatakan data tersebut tidak serta merta mencerminkan potensi kerja sama ekonomi kedua negara yang sangat besar, termasuk dalam bidang teknologi.

"Jadi, untuk memperluas kerja sama perdagangan, kita harus berfokus pada usaha kolaboratif untuk mencapai nilai perdagangan sebesar 60 juta dolar AS dalam jangka waktu lima tahun ke depan, terutama dalam industri komplementer," paparnya.

Saat ini pemerintah berupaya untuk mendorong kinerja perdagangan dan investasi dengan melakukan berbagai strategi dan memberikan kemudahan kepada pelaku usaha luar negeri maupun domestik.

Baca juga: Ini Pandangan AS agar Perekonomian Indonesia Tumbuh 7 Persen

Pertama, meluaskan pasar ekspor melalui perjanjian perdagangan dengan mitra dagang semisal Eropa, Afrika, ASEAN, dan enam negara lainnya (China, Jepang, Korea Selatan, India, Australia dan Selandia Baru).

Kedua, mengeliminasi regulasi yang berpotensi menghambat masuknya investasi melalui Omnibus Law, guna meningkatkan iklim investasi dan daya saing Indonesia.

Inti dari Omnibus Law adalah mengubah mekanisme perizinan bisnis dari Licensed Based Approach menjadi Risk-Based Approach (RBA), sehingga calon investor dapat lebih cepat dalam mendapatkan izin bisnis.

Ketiga, mendukung perekonomian melalui reformasi struktural, yang dapat bermanfaat dalam mengatasi tantangan disrupsi teknologi global dan dan Revolusi Industri 4.0.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Tatang Adhiwidharta
Category
Ekonomi

Berita Terkait: