Forgot Password Register

KPAI Tegaskan Negara Bertanggung Jawab Atas Kasus Audrey

KPAI Tegaskan Negara Bertanggung Jawab Atas Kasus Audrey Ilustrasi .(Foto: Pantau.com/Amin H. Al Bakki)

Pantau.com - Polisi telah menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus pengeroyokan terhadap siswi SMP di Pontianak, A (14). Meski berstatus tersangka, ketiganya tetap berhak mendapatkan pendidikan sekolah karena masih di bawah umur. 

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyampaikan, negara bertanggung jawab dalam hal tersebut.

"Pelaku pun juga berhak mendapatkan pendidikan, soal teknisnya itu lain. Tapi bahwa pelaku mendapatkan pendidikan itu harus. Karena itu tanggung jawab negara," kata Ketua KPAI Susanto di Kantor KPAI, Jakarta Pusat, Senin, 15 April 2019. 

Baca juga: KPAI Minta Warganet Tak Gegabah Sebarkan Tagar 'Audrey Juga Bersalah'

Walau demikian, KPAI tetap menghormati dan akan mengawal proses hukum terhadap tiga tersangka itu, katanya. Susanto menjelaskan regulasi terkait hukuman pidana terhadap pelaku anak di bawah umur telah diatur jelas dalam UU SPPA 11/2012 tentang sistem peradilan anak.

"Di pasal 6, lanjutnya 7, dan selanjutnya itu diatur terkait dengan diversi. Bahwa ancaman di bawah tujuh tahun dan bukan perilaku berulang itu memang wajib diversi. Ini mandat UU harus ditaati oleh semua pihak," jelasnya.

Baca juga: Mengapa Banyak Anak Bersikap Kasar Seperti Kasus Audrey?

Dalam kesempatan yang sama, Komisioner KPAI Retno Listyarti juga mengimbau agar sekolah mengingatkan para muridnya untuk tidak melanjutkan bullying terhadap pelaku. Sebab proses hukum tetap dilakukan kepada para tersangka meski masih berstatus anak-anak. 

"Meskipun dia anak-anak toh mekanisme hukum juga bisa memproses. Jadi tidak perlu khawatir bahwa ini akan diberhentikan atau ada upaya-upaya menghentikan dengan berbagai macam bumbu-bumbu yang ini pejabat, yang ini xx, tidak! Saya yakin dengan pasti bahwa polisi bekerja dengan baik," ucapnya.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More