Pantau Flash
BMKG Keluarkan Peringatan Dini untuk Wilayah Perairan Indonesia
PBNU Ikut Komentar Soal Kenaikan Cukai Rokok Berdampak ke Petani Tembakau
PKB Pastikan Beri Bantuan Hukum untuk Imam Nahrawi
Indonesia Hancurkan Kepulauan Mariana Utara 15-1
Ditetapkan sebagai Tersangka Korupsi, Imam Nahrawi: Mari Kita Buktikan!

KPK Panggil Mantan Gubernur Jawa Timur Soekarwo Hari Ini

Headline
KPK Panggil Mantan Gubernur Jawa Timur Soekarwo Hari Ini Gedung KPK (Foto: Pantau.com/Yusuf Fadillah)

Pantau.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini memanggil mantan Gubernur Jawa Timur Soekarwo, dalam penyidikan kasus suap pengadaan barang dan jasa di Pemkab Tulungagung Tahun Anggaran 2018.

Soekarwo dijadwalkan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Ketua DPRD Kabupaten Tulungagung Supriyono (SPR).

"Yang bersangkutan dijadwalkan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka SPR," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu (21/8/2019).

Baca juga: Resmi Jadi Tersangka, Jaksa Kejari Surakarta Diminta Menyerahkan Diri

Sebelumnya, KPK pada Selasa kemarin juga telah memeriksa Karsali yang merupakan mantan ajudan Soekarwo. KPK pada 13 Mei 2019 telah mengumumkan Supriyono sebagai tersangka terkait pembahasan, pengesahan, dan pelaksanaan APBD atau APBD-P Kabupaten Tulungagung Tahun Anggaran 2015-2018.

Dalam konstruksi perkara kasus tersebut, Supriyono diduga menerima Rp4,88 miliar terkait proses pembahasan, pengesahan, dan pelaksanaan APBD dan/atau APBD Perubahan Kabupaten Tulungagung Tahun Anggaran 2015-2018.

Uang tersebut diduga berasal dari Bupati Tulungagung 2013-2018 Syahri Mulyo dan kawan-kawan sebagai syarat pengesahan APBD dan/atau APBD Perubahan. Dalam perkara sebelumnya, Syahri Mulyo terbukti menerima suap dari sejumlah pengusaha di Tulungagung.

Dalam persidangan Syahri Mulyo, terungkap adanya uang yang diberikan kepada Ketua DPRD untuk biaya unduh anggaran bantuan provinsi dan praktik uang mahar untuk mendapatkan anggaran baik Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK), maupun bantuan provinsi yang dikumpulkan dari uang fee para kontraktor untuk diberikan kepada Ketua DPRD Kabupaten Tulungagung.

Baca juga: OTT Yogyakarta: KPK Bawa 5 Orang ke Jakarta untuk Diperiksa

Dalam persidangan Syahri Mulyo terungkap bahwa Supriyono menerima Rp3,75 miliar dengan rincian penerimaan "fee" proyek APBD Murni dan APBD Perubahan selama empat tahun berturut pada 2014-2017 sebesar Rp500 juta setiap tahunnya atau total sekitar Rp2 miliar.

Selanjutnya, penerimaan yang diduga untuk memperlancar proses pembahasan APBD, mempermudah pencairan DAK, dan bantuan keuangan provinsi sebesar Rp750 juta sejak 2014-2018.

Kemudian, fee proyek di Kabupaten Tulungagung selama tahun 2017 sebesar Rp1 miliar.

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Kontributor - TIH
Category
Nasional

Berita Terkait: