Forgot Password Register

Krisis Kemanusiaan, 90.000 Masjid di Turki Galang Bantuan untuk Yaman

Krisis Kemanusiaan, 90.000 Masjid di Turki Galang Bantuan untuk Yaman Masar Mohammed Saleh (5) terlihat di pusat pengobatan malnutrisi di Sanaa, Yaman. (Foto: Yaman/Mohamed al-Sayaghi)

Pantau.com - Lembaga keagamaan Turki telah menggelar kampanye guna membantu orang-orang yang berada dalam ambang kelaparan di Yaman.

Diresmikan oleh Direktorat urusan Agama Turki (Diyanet) dan Turkiye Dinayet Foundation (TDV), kampanye tersebut akan mengumpulkan sejumlah uang bagi Muslim di Yaman, yang berjuang melawan kelaparan, penyakit, dan terkena dampak dari perang saudara yang saat ini masih terus berlangsung.

Pengumpulan donasi akan dimulai pada Jumat (7/12/2018), setelah ibadah sholat Jumat di 90.000 masjid yang ada di Turki, seperti dilansir Anadolu.

Baca juga: Perang di Yaman Akibatkan 85.000 Anak-anak Tewas karena Kelaparan

Mereka yang ingin berpartisipasi dalam kampanye tersebut juga dapat mengirimkan pesan teks dengan kata 'Yaman' ke 5601 untuk menyumbangkan 10 Lira Turki atau sekitar USD $1,87.

Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) telah menyatakan bahwa kejahatan perang di Yaman telah menewaskan lebih dari 10.000 orang, termasuk ribuan anak-anak dan menempatkan jutaan penduduk Yaman yang tersisa di ambang kelaparan dan risiko penyakit menular, termasuk wabah kolera.

Sementara itu, Program Pangan Dunia mengatakan, 14 juta penduduk Yaman akan berada pada kondisi kelaparan jika tidak segera dihentikan perang di negeri tersebut.

Baca juga: Lembaga Kemanusiaan Desak Dunia Internasional Buka Mata untuk Krisis Yaman

Pemberontak menyerang Ibu Kota Sanaa pada akhir tahun 2014, yang juga mengambil alih wilayah Hodeida dan pelabuhan utamanya. Setahun kemudian, koalisi campur tangan Presiden Abedrabbo Mansour Hadi melarikan diri ke pengangsingan Saudi.

Kedua belah pihak dalam konflik tersebut telah melakukan kejahatan perang yang menyebabkan kematian dalam jumlah yang besar.

Meski pemerintah Barat telah mengutuk kematian besar di Yaman, mereka tetap mendukung politik dan militer Arab Saudi, yang merupakan sekutu regional dan menghabiskan miliaran dolar untuk senjata yang dibeli dari Amerika Serikat, Inggris, dan Prancis.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More