Pantau Flash
Indonesia Pimpin Klasemen ASEAN School Games 2019
Marc Klok: Saya Jamin PSM Juara Piala Indonesia 2018-2019
Harga Cabai Merah Keriting Tembus Rp100.000 per Kilogram
Satu Anggota YONIF 755 Tertembak dalam Kontak Senjata di Nduga
Kevin/Marcus Tantang Hendra/Ahsan di Final Indonesia Open 2019

Likuiditas Bank Ketat, Gopay cs Jadi Ancaman?

Likuiditas Bank Ketat, Gopay cs Jadi Ancaman? Aplikasi Go-Jek (Foto: Instagram/Go-Jek Indonesia)

Pantau.com - Kehadiran teknologi keuangan (Financial Techology/Fintech) pembayaran atau sering juga diklasifikasikan sebagai dompet elektronik (e-wallet) dianggap tak mengancam pengetatan likuiditas perbankan. 

Sebab, Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Destry Damayanti menilai e-wallet seperti Gopay atau Ovo dan sejenisnya lebih kepada alat transaksional, nilainya juga dianggap masih cukup kecil. 

"E-wallet Ovo, Gopay, kan lebih ke transactional ya, kalau transactional nilainya masih relatif kecil, kita belum lihat itu jadi suatu ancaman," ujarnya saat ditemui dalam acara 100 ekonom perempuan, di Century Park, Jakarta, Selasa (26/3/2019).

Baca juga: Salah Masukan Kode, Pin Go Pay Kamu Akan Terblokir Lho

Menurutnya, itu bahkan dianggap melengkapi sebab pengguna ataupun aplikator Ovo dan Gopay juga tetap menyimpan dananya di bank. 

"Itu kan bisa jadi compliment kita lihatnya, karena in the end, apakah itu OVO, apakah itu GOPAY, dia harus menyimpan dananya di bank juga," katanya. 

Selain itu juga, melengkapi untuk masyarakat yang belum bisa mengakses perbankan bisa memanfaatkan teknologi finansial untuk mengakses pendalaman keuangan 

Baca juga: Deretan Dompet Digital Ini Juga Hujan Promo Lho

"Ovo Gopay perkembangannya pesat, tapi memang buat kita menganggap ini compliment, khsususnya buat mereka yg akses terhadap sektor keuangannya, bahwa untuk membuka rekening mereka harus ke bank itu agak repot, dengan kemajuan teknologi mereka tinggal masuk, download, masukkan dana. dan anyway dana itu juga berasal dari bank kan, jadi masuk lagi ke bank," pungkasnya.

Share this Post:
Tim Pantau
Penulis
Nani Suherni
Reporter
Ratih Prastika
Category
Ekonomi

Berita Terkait: