Forgot Password Register

Headlines

Massa Laskar Pembela Islam Padati Depan Gedung Bareskrim, Kawal Pemeriksaan Habib Bahar

Massa Laskar Pembela Islam Padati Depan Gedung Bareskrim, Kawal Pemeriksaan Habib Bahar Habib Bahar bin Smith. (Foto: Facebook/Sayyid Bahar Bin Smith)

Pantau.com - Habib Bahar bin Smith pada hari ini dijadwalkan menjalani pemeriksaan terkait kasus ujaran kebencian yang menyebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) banci dalam isi ceramahnya beberapa waktu lalu. Namun, meski dirinya belum terlihat di Bareskrim Polri, sejumlah simpatisan atau pendukungnya telah berkumpul untuk mengawal pemeriksaan itu.

Puluhan orang berpakaian serba putih yang tergabung dalam Laskar Pembela Islam, Jawara Betawi dan berbagai ormas lainnya terlihat memadati depan gedung Bareskrim Polri untuk mengawal pemeriksaan tersebut. 

Baca juga: Siapakah Habib Bahar bin Smith?

Bahkan, selain puluhan orang itu, juga terlihat satu mobil komando yang dilengkapi dengan pengeras suara telah terparkir di sisi jalan.

Panglima Laskar FPI, Maman Suryadi mengatakan bahwa maksud dan tujuan kedatangan puluhan orang itu yakni untuk mengawal pemeriksaan terhadap Habib Smith. 


"Pertama kedatangan kami kita mau mengawal dan mendukung Al Habib Bahar Bin Smith dalam hal pemanggilan oleh Bareskrim intinya kita hanya mengawal beliau terkait pemanggilan kedua pasal yang dituduhkan ke beliau," ujar Maman Suryadi di Bareskrim, Kamis (6/12/2018).

Selain itu, Maman juga menyebut bahwa massa yang hadir diperkirakan mencapai ribuan orang. Sebab, massa tersebut berasal dari gabungan beberapa oramas yang hingga saat ini terus berdatangan

"Kalau estimasi massa kita sih gabungan dari berbagai ormas ini sekitar estimasi 1000-an mungkin bisa lebih ini akan bertambah terus," kata Maman.

Baca juga: Kasus Ceramah Habib Bahar bin Smith Naik ke Tahap Penyidikan

"Kami hanya menuntut keadilan. Kami berharap Habib Bahar bisa bebas," singkat Maman.

Diberitakan sebelumnya, Habib Bahar bin Smith terjerat dugaan kasus ujaran kebencian lantaran telah menyebut Presiden Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) sebagai 'Banci dan Pengkhianat Bangsa'. 

Kasus itu telah tertera dalam laporan bernomor LP/B/1551/XI/2018 BARESKRIM, Habib Smith disangkakan melanggar Pasal UU Nomor 1 Tahun 1946 KUHP Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis, Undang Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE, Pasal 207 KUHP, Pasal 16 juncto Pasal 4 huruf b angka 1 dan Pasal 45 ayat (2) jo Pasal 28 ayat (2).

Share :
Komentar :

Terkait

Read More