Pantau Flash
JK: Masyarakat Papua Diharapkan Terima Permintaan Maaf Gubernur Khofifah
Imbas Perang Dagang, China Mulai Kurangi Impor Emas Hingga 500 Ton
OTT Yogyakarta: KPK Bawa 5 Orang ke Jakarta untuk Diperiksa
G7 Adakan KTT di Tengah Kepanikan akan Perekonomian Global
Redam Hoax Kerusuhan Papua, Kemkominfo Sempat Perlambat Internet

Menakar Sikap Politik Demokrat, Bicara Kemungkinan atau Moral

Headline
Menakar Sikap Politik Demokrat, Bicara Kemungkinan atau Moral Susilo Bambang Yudhoyono (Foto: Antara/Muhammad Adimaja)

Pantau.com - Menyikapi kalimat pengusiran terhadap Partai Demokrat dari Koalisi Adil Makmur yang dilontarkan Waketum Gerindra Arief Poyuono, Politisi PDIP sekaligus Anggota TKN Arteria Dahlan ikut bersuara.

"Politik itu kan seni dalam segala kemungkinan, jadi ruang ke arah sana (Demokrat bergabung) masih terbuka, apalagi kalau kita lihat bagaimana kehebatan dan kepiawaiannya politiknya pak Jokowi, Pak Jokowi tidak pernah memperlihatkan lawan politiknya sebagai musuh abadi," ujar Arteria kepada Pantau.com melalui sambungan telepon.

Baca juga: Arief Puyuono vs Demokrat, Apa yang Dilakukan PKS?

Namun Anggota Komisi III DPR RI itu mengaku enggan berpikiran terlalu jauh menyikapi sikap SBY dan Demokrat dalam berpolitik, khususnya di koalisi Prabowo-Sandi. "Dari sini kita bisa mencermati bahwa di tengah hegemoni 02 untuk mengatakan pemilu curang, partai Demokrat masih bisa bersikap rasional untuk mengatakan kalau curang 'mana buktinya'," paparnya.

"Dan sampai saat ini belum bisa memperlihatkan bahwa buktinya ada di teman-teman 02, dan keunggulan Pak Prabowo 62 persen itu juga tidak bisa meyakinkan Partai Demokrat sebagai mitra koalisi," sambungnya.

Baca juga: Waketum Gerindra Usir Demokrat dari Koalisi, Begini Sikap PAN

Dari sudut pandangnya, Arteria juga tidak melihat sikap politik SBY dan Demokrat seumpama 'ada udang dibalik batu', melainkan sikap moral semata.

"Saya belum berpikiran dan masih prematur untuk beranggapan bahwa Partai Demokrat berbuat baik karena ada maunya. Saya berpikir itu memang komitmen moral, itu sikap politik kPartai Demokrat dan Pak SBY, nggak ada kaitannya yang bersangkutan ingin bergabung menjadi ke 01," tutupnya

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta
Reporter
Dini Afrianti Efendi
Category
Nasional

Berita Terkait: