Forgot Password Register

Headlines

Menkominfo Ancam Tutup Facebook, Jika...

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara dan Wakil Presiden Kebijakan Publik Facebook untuk Wilayah Asia Pasifik, Simon Milner. (Foto: Pantau.com/Lilis Varwati) Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara dan Wakil Presiden Kebijakan Publik Facebook untuk Wilayah Asia Pasifik, Simon Milner. (Foto: Pantau.com/Lilis Varwati)

Pantau.com - Di hadapan Simon Milner yang merupakan Wakil Presiden Kebijakan Publik Facebook untuk Wilayah Asia Pasifik, Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, menegaskan pemerintah Indonesia tidak akan segan menutup layanan Facebook jika tidak mampu membersihkan konten negatif pada platformnya. 

Konten negatif yang dimaksud Rudi adalah pornografi, provokasi, dan kebohongan atau hoax. 

"Saya tidak pernah punya keraguan untuk menutup layanan Facebook. Kalau itu urusanya adalah provokasi, pecahnya NKRI," kata Rudi saat konferensi pers usai bertemu Silmon Milner di kantor Kemkominfo, Jalan Medan Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (7/5/2018). 

Baca juga: Smartphone Layar Lipat Samsung Bakal Dirilis Tahun Depan?

Meski capaian dari pembersihan konten negatif itu telah sedikit meningkat dibanding tahun lalu, namun menurut Rudi pihak Facebook tetap memiliki pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan. 

"Saya selalu katakan kepada Facebook, itu performance-nya setengah dari yang diminta (100 persen). 50 persen sampai akhir 2017, tapi sekarang sudah naik ke 68 persen. Jadi, masih ada PR," ucapnya. 

Baca juga: Ini Rahasia Fisik Ronaldo Lebih Muda daripada Usianya

Sanksi penutupan itu juga mungkin akan diberlakukan jika Facebook terbukti lalai pada kasus kebocoran satu juta data penggunanya di Indonesia. Namun menurut Rudi, hal itu masih terlalu dini mengingat hasil audit terkait kasus itu masih belum diselesaikan Otoritas Inggris. Sementara dari pihak Kementerian pun harus terlebuh dulu berkoordinasi dengan kepolisian. 

"Jadi mohon jangan terus bilang 'kok sampai sini aja?' Ini usahanya terus jalan, karena satu masalah kaitannya sama Cambridge Analytica," pungkas Rudi. 

Share :
Komentar :

Terkait

Read More