Pantau Flash
Kata Mahfud, KPK Tak Bisa Kembalikan Mandat ke Presiden
Soal Revisi UU Minerba, Jonan: Pernyataan Pemerintah Bisa Pengaruhi Harga
Suasana Memanas, OKI Gelar Pertemuan Luar Biasa Bahas Aksi Paksa Israel
Jokowi Diminta untuk Segera Melantik 5 Pimpinan Baru KPK
Rizki/Della ke Final Vietnam Open 2019, Anggia/Pia Terhenti

Panglima TNI Hadiri Fire Power Demo 2019 dengan Sandi Dharma Yudha

Panglima TNI Hadiri Fire Power Demo 2019 dengan Sandi Dharma Yudha Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto (kiri) meninjau persiapan Fire Power Demo 2019 di Pusat Latihan Tempur Marinir Asembagus, Situbondo, Jawa Timur, Rabu (11-9-2019). (Foto: Antara/Fathur Rochman)

Pantau.com - Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto meninjau persiapan Fire Power Demo 2019 yang merupakan puncak acara dari latihan gabungan TNI dengan sandi "Dharma Yudha 2019" di Pusat Latihan Tempur Marinir Asembagus, Situbondo, Jawa Timur, Rabu.

"Baru saja menyaksikan adalah persiapan untuk fire power demo yang dilaksanakan besok (Kamis, 12 September 2019)," ujar Hadi.

Hadi hadir sekitar pukul 14.40 WIB. Panglima didampingi oleh tiga kepala staf angkatan, yakni KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa, KSAL Laksamana TNI Siwi Sukma Adji dan KSAU Marsekal TNI Yuyu Sutisna.

Baca juga: 750 Anggota TNI Dikirim ke Perbatasan Indonesia-Timor Leste, Ada Apa?

Dengan saksama, Hadi menyaksikan jalannya latihan yang berlangsung sekitar 2 jam. Sesekali dia berbincang dengan tiga kepala staf angkatan lainnya memberikan masukan tentang hal-hal yang perlu dievaluasi.

Atraksi fire power demo, kata Hadi, akan dihadiri oleh Presiden Joko Widodo beserta rombongan. Fire power demo sendiri merupakan puncak acara dari kegiatan latihan gabungan TNI yang digelar sejak 9 September 2019  dan akan berakhir pada tanggal 12 September 2019. Latihan tersebut melibatkan 12.500 personel gabungan TNI dari tiga matra.

Hadi mengatakan bahwa latihan gabungan tersebut dalam rangka meningkatkan profesionalisme prajurit dari satuan TNI AD, TNI AL, dan TNI AU, serta memperkuat kesiapsiagaan prajurit apabila diperlukan dalam melaksanakan operasi. Selain itu, latihan yang berlangsung selama 4 hari itu juga menjadi ajang menampilkan alat-alat utama sistem senjata (alutsista) terbaik dan terbaru, termasuk pesawat, drone, dan tank TNI.

Baca juga:

Latihan gabungan itu, lanjut dia, juga sebagai pengembangan dari sistem network centric warfare yang tengah dibangun oleh TNI. Hadi berpesan kepada para prajurit yang mengikuti latihan gabungan agar senantiasa meningkatkan semangat profesionalisme dalam menjalankan tugas operasi.

"Tunjukkan semangat untuk meningkatkan profesionalisme prajurit dan siap melaksanakan tugas apabila sewaktu-waktu diperintahkan," kata Panglima TNI.

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta
Category
Nasional

Berita Terkait: