Pantau Flash
BWF World Tour Finals 2019: The Daddies Raih Gelar Juara
BWF World Tour Finals 2019: Ginting Raih Runner-up
Tol Jakarta-Cikampek II Dibuka Minggu Pagi
Tekuk Chen Long, Anthony Ginting Tembus Final BWF World Tour Finals 2019
Industri Fintech Lending Diharapkan Makin Sehat Tahun Depan

Pasang Tulisan Bersertifikat Non Halal, Toko Daging Tuai Protes Keras

Pasang Tulisan Bersertifikat Non Halal, Toko Daging Tuai Protes Keras Tulisan ini diubah dari ‘non-halal’ ke ‘not halal’ setelah muncul protes. (Foto: Facebook via ABC News)

Pantau.com - Sebuah toko penjual daging di Adelaide, Australia, dilaporkan karena jendela mereka bertuliskan "non-halal certified" (bersertifikat non halal). Kini, toko itu mengajukan konsesi tau semacam izin kepada lembaga pengawas iklan.

Poin utama:

• Tulisan di jendela toko itu menjadi subyek pengaduan

• Lembaga pengawas Ad Standars menjunjung tinggi pengaduan dan menemukan tulisan di jendela itu melanggar kode etik

• Ad Standards mengatakan bahwa satu huruf di tulisan itu telah diubah, meski hanya satu namun telah menimbulkan perbedaan

Dilansir dari ABC News, Kamis (19/9/2019), toko daging di Adelaide itu menjadi subyek pengaduan ke Ad Standards, yang mengklaim bahwa tulisan di jendela mereka "mengolok-olok" komunitas Muslim dan "melanggengkan budaya fitnah terhadap minoritas agama, yang berakibat membahayakan komunitas tersebut".

Baca juga: Trump Tuding Iran sebagai Dalang Serangan Fasilitas Minya Arab Saudi

Lembaga pengawas yang bermarkas di Canberra itu menguatkan pengaduan tersebut. Mereka menemukan bahwa tulisan di jendela toko, yang juga memiliki gambar binatang asli Australia, itu melanggar kode etiknya.

Ketika dihubungi oleh ABC, seorang juru bicara lembaga tersebut mengonfirmasi bahwa satu huruf penting di tulisan itu telah diubah, dan kini tulisannya menjadi 'not halal certified' (tak bersertifikasi halal).

Ad Standards mengatakan hal itu berarti kasus ini sekarang dianggap telah selesai. "Akan muncul di media bahwa pengiklan telah memodifikasi iklan mereka sesuai dengan arahan panel komunitas," kata juru bicara itu kepada ABC.

"Laporan kasus ini akan diubah untuk menyatakan bahwa (tulisan) iklan itu telah dimodifikasi."

"Jika Ad Standards menerima keluhan tentang konten yang dimodifikasi dari iklan ini, kami akan membuat kasus baru untuk dinilai oleh panel komunitas."

Setujui pengubahan tulisan

CEO Ad Standards, Fiona Jolly, sebelumnya mengatakan kepada ABC bahwa mengubah kata dari "non" ke "non" membuat perbedaan besar pada maknanya.

"Mengatakan bahwa toko mereka bersertifikat non-halal berarti mengolok-olok sertifikasi halal karena tak ada hal seperti itu," katanya.

"Mengatakan bahwa ada sesuatu yang tak bersertifikat halal adalah pernyataan fakta."

"Ini adalah sistem pengaturan mandiri dan benar-benar mengandalkan niat baik pengiklan untuk mengikuti keputusan kami."

Baca juga: 5 Negara Ini Terapkan Hukuman Mati bagi Para Koruptor, Indonesia Berani?


Pengawas periklanan Ad Standards membenarkan protes yang dilayangkan soal tulisan di jendela toko daging. (Foto: Facebook)

Namun, Presiden Klub Periklanan dan Desain Adelaide, James Rickard, mengatakan kasus ini mengungkapkan kelemahan Ad Standards sebagai sistem yang diatur mandiri.

"Tak memiliki kewenangan nyata sejauh yang saya ketahui," katanya.

"Jika ini adalah tayangan iklan TV, radio, atau pers, dan melanggar kode etik tetapi agensi iklan menolak untuk menghapus atau mengubahnya, Ad Standards hanya bisa melaporkan kasus ini, menasehati outlet media dengan harapan mereka menghapus itu, dan menyebut nama pihak yang melanggar aturan di situs mereka."

"Satu-satunya pilihan lain yang terbuka bagi mereka adalah menyerahkan kasus tersebut ke otoritas lokal yang sesuai, yaitu polisi atau badan industri lainnya."

Rickard mengatakan hal itu adalah masalah yang rumit. "Mengingat ini adalah tulisan di jendela toko daging, apakah itu bahkan sebuah iklan?."

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta
Category
Internasional

Berita Terkait: