Forgot Password Register

Pasca Divonis Bersalah, Baiq Nuril Didorong Lakukan Upaya Hukum Kembali

Pasca Divonis Bersalah, Baiq Nuril Didorong Lakukan Upaya Hukum Kembali Bivitri Susanti (Foto: Pantau.com/Lilis Varwati)

Pantau.com - Terdakwa kasus UU ITE Baiq Nuril disarankan kembali lakukan upaya hukum lain pasca divonis bersalah oleh Mahkamah Agung.

Nuril diganjar enam bulan penjara dan denda Rp 500 juta dalam kasus penyebaran rekaman telepon asusila Kepala Sekolah SMU 7 Mataram, M.

"Saya mendorong ibu Nuril lakukan upaya hukum dengan mengoreksi putusan tersebut," kata anggota Pusat Studi Hukum dan Kebijakan (PSHK) Indonesia Bivitri Susanti ditemui di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (18/11/2018).

Baca juga: Pantau Sorot: Baiq Nuril Dilecehkan, Baiq Nuril Dijebloskan ke Penjara

Bivitri menyarankan upaya hukum yang bisa dilakukan dengan Peninjauan Kembali atau juga pengaduan pada Komisi Yudisial. 

"Upaya itu harus dilakukan supaya memikirkan kedepannya," tambahnya.

Kasus Nuril berawal pada tahun 2012, saat kepala sekolah SMU 7 Mataram menelepon Nuril lalu menggoda dan berbicara mesum. Percakapan itu direkam Nuril.

Baca juga: Pantau Grafis: Ironi Kasus Baiq Nuril, Dilecehkan Namun Didakwa Bersalah

Kasus pun bergulir ke pengadilan dan Nuril dijerat jaksa dengan UU ITE dengan tuduhan merekam tanpa izin.

Nuril sempat divonis bebas oleh PN Mataram. Namun oleh Mahkamah Agung (MA), Nuril dinyatakan bersalah dan dihukum 6 bulan penjara serta denda Rp500 juta.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More