Pantau Flash
Beberkan Cairan Kimia, TPF Sebut Pelaku Tak Ada Niat Bunuh Novel Baswedan
Bentrok Warga Terjadi di Mesuji, Tiga Orang Dikabarkan Tewas
Melaju ke Babak Kedua, Della/Rizki Dibayangi Rekor Buruk
Keponakan Prabowo Cabut Gugatan, Mulan Jameela Lanjut Gugat Gerindra
Hasil Undian Kualifikasi Piala Dunia 2022: Indonesia Masuk Grup G

Pelaku Teror Rumah Pimpinan KPK Sempat Bertanya ke Tukang Bubur

Pelaku Teror Rumah Pimpinan KPK Sempat Bertanya ke Tukang Bubur Kombes Pol Argo Yuwono (Foto: Pantau.com/Rizky Adytia)

Pantau.com - Aksi teror yang terjadi di kediaman Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Raharjo di Bekasi, Jawa Barat, saat ini masih terus didalami polisi. Dalam penyelidikan sementara, beberapa orang saksi telah dimintai keterangan.

Bahkan, salah seorang saksi menyebut sempat ada orang yang mencari rumah dari ketua lembaga antirasuah tersebut.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan bahwa saksi yang menyebut bahwa ada seseorang yang menanyakan kediaman Agus Raharjo adalah seorang tukang bubur yang berjualan tak jauh dari lokasi kejadian. 

Baca juga: Ini Alasan Polisi Belum Periksa Agus Rahardjo Terkait Teror Bom di Rumah Pimpinan KPK

"Kemudian ada juga saksi penjual bubur yang kita tanya. Ternyata memang dia melihat ada orang yang datang ke tempat penjual bubur itu dan menanyakan rumah Pak RT. Kemudian menanyakan rumah ketua KPK," ucap Argo di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (10/1/2019).

Namun, dari penyelidikan itu tak hanya seorang tukang bubur yang dimintai keterangannya. Sebab, hingga saat ini lima orang saksi lainnya juga turut diperiksa terkait kasus itu.

"Kita sudah periksa 6 saksi. Dari hasil metode induktif ya," ucap Argo.

Sayangnya saat disinggung lebih jauh terkait proses penyelidikan, Argo enggan menjabarkan secara merinci. 

Baca juga: Selain Laode, Rumah Ketua KPK Agus Rahardjo Juga Diteror

"Kemudian juga yang lain-lain kita sedang melakukan penyelidikan dan penyidikan," kata Argo. 

Diberitakan sebelumnya, kediaman petinggi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yakni Agus Raharjo dan Laode M. Syarief ditemukan barang yang diduga bom. Saat ini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan.

Dalam penyelidikan itu, Polda Metro Jaya menggaet Densus 88 untuk mencari infomasi dan bukti-bukti yang mengarah kepada pelaku.


Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Adryan Novandia
Reporter
Rizky Adytia Pramana
Category
Nasional

Berita Terkait: