Forgot Password Register

Pembantaian Warga Palestina Di Jalur Gaza, Gedung Putih: Hamas Bertanggung Jawab

Pembantaian Warga Palestina Di Jalur Gaza, Gedung Putih: Hamas Bertanggung Jawab Pengunjuk rasa Palestina di Jalur Gaza. (Foto: Reuters/Ibraheem Abu Mustafa)

Pantau.com - Gedung Putih menuduh Hamas yang menjadi biang propaganda di Jalur Gaza. Bentrokan terjadi antara militer Israel dengan demonstran Palestina.

"Kami percaya bahwa Hamas sebagai organisasi terlibat dalam tindakan itu," kata Wakil Sekretaris Humas Gedung Putih, Raj Shah seperti dilansir dari Russia Today, Selasa (15/5/2018).

Seperti diketahui, puluhan nyawa demonstran Palestina melayang setelah ditembak mati penembak jitu Israel yang berjaga di perbatasan Gaza. 

Hal itu ditengarai lantaran penolakan terhadap peresmian Kedubes AS di Yerusalem. Sebelumnya, kantor tersebut berada di Tel Aviv.

Baca juga: Bentrokan di Jalur Gaza Semakin Panas, 55 Warga Palestina Tewas

Pihak berwenang Palestina mengecam kematian itu sebagai pembantaian yang mengerikan yang dilakukan oleh pasukan pendudukan Israel dan menyerukan intervensi internasional segera untuk mencegah kematian lebih lanjut.

Seorang demonstran Palestina yang terluka dievakuasi selama protes Gaza. Abu Mustafa

Sementara itu, di Yerusalem, delegasi AS yang dipimpin oleh Menteri Keuangan Steven Mnuchin secara resmi membuka kedutaan AS yang baru. Presiden Donald Trump telah memerintahkan langkah itu sejak bulan Desember, dengan mengutip Undang-Undang 1995 yang disahkan oleh Kongres AS.

Baca juga: Melania Trump Jalani Operasi Angkat Benjolan Lunak di Ginjalnya 

"Tindakan hari ini, baik pembukaan kedutaan di Yerusalem dan tragedi di Israel selatan, saya tidak berpikir mereka akan berdampak pada rencana perdamaian," Shah mengatakan kepada wartawan.

Israel telah menyatakan Yerusalem Barat sebagai ibukotanya, dan Yordania telah mencaplok bagian timur, termasuk Kota Tua dan situs-situs suci Yudaisme, Kristen dan Islam.

Israel mengambil alih Gaza, Tepi Barat dan Yerusalem pada bulan Juni 1967, setelah kampanye enam hari melawan Mesir, Yordania dan Suriah. Semenanjung Sinai, yang juga diduduki selama perang, diserahkan kembali ke Mesir pada tahun 1982 sebagai ganti t perdamaian

Share :
Komentar :

Terkait

Read More