Pantau Flash
Indonesia Buka Kantor Konsul Kehormatan Pertama di St Christopher dan Navis
Kapten Persija Akui Perubahan Pelatih Pengaruhi Performa Tim
Ada UU Pangan, Pengusaha Tekstil Pertanyakan Kapan Kemunculan UU Sandang
Di Tengah Krisis Boeing, Airbus Malah Tingkatkan Kerja Sama di China
Lebanon Bebaskan Satu Orang yang Dituduh Ingin Ledakkan Bandara Sydney

Pengakuan Mengejutkan Istri Jihadis Daesh Soal Pemerkosaan, Setuju?

Pengakuan Mengejutkan Istri Jihadis Daesh Soal Pemerkosaan, Setuju? Isti kelompok jihadis. (Foto: Reuters/Ali Hashisho)

Pantau.com - Ketika Pasukan Demokrat Suriah (SDF) melancarkan serangan terakhir di kota Baghouz, benteng terakhir yang tersisa dari kelompok teror Daesh hanyalah sejumlah video. Dalam video itu tampak istri-istri jihadis yang menyerah kepada pasukan yang dipimpin Kurdi.

Dikutip dari Daily Mail yang dilansir dari Sputnik, Selasa (12/3/2019), istri kelompok ISIS tersebut berbicara tentang Yazidi yang diperkosa oleh militan Daesh dalam sebuah video.

Baca juga: Kelompok SDF Dukungan AS Habisi Kantong Terakhir ISIS di Suriah

Menurutnya, tawanan perang merupakan budak bagi militan. Ia menegaskan bahwa itu bukanlah pemerokosaan. Namun, wanita itu mundur perlahan ketika dikonfrontir apakah hal itu sesuai dengan ayat-ayat yang tertuang di kitab suci Al-Quran.

Hingga saat ini belum ada informasi pasti di mana video direkam. Namun, Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang dipimpin Kurdi baru-baru ini memang memborbardir dan mengusir para jihadis dari di Baghouz.

Baca juga: Video Istri Militan ISIS: Wanita Yazidi Boleh Jadi Budak Seks

Seorang juru bicara SDF menyatakan bahwa kelompok itu telah menewaskan puluhan orang dalam perang melawan Daesh di Baghouz di Suriah timur. Lebih dari 50 orang tewas dalam serangan udara yang diluncurkan oleh koalisi pimpinan-AS di Deir ez-Zor.

Sebelum serangan terakhir di Baghouz, Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang didukung AS mengatakan mereka telah menangkap lebih dari 800 pejuang Daesh asing dan 2.000 istri serta anak-anak mereka dan memindahkan mereka ke kamp-kamp pengungsi.

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta
Category
Internasional

Berita Terkait: