Forgot Password Register

Perdana Menteri Taiwan Undur Diri Setelah Kalah Pemilu

Perdana Menteri Taiwan Undur Diri Setelah Kalah Pemilu Perdana Menteri Taiwan William Lai. (Foto: Reuters/Tyrone Siu)

Pantau.com - Perdana Menteri Taiwan William Lai berencana untuk mengundurkan diri secara resmi dari kabinetnya pada Jumat, dua bulan setelah Partai progresif Demokratiknya, DPP, mengalami kekalahan signifikan dalam pemilihan setempat pada November 2018.

"Anggaran telah disetujui dan waktunya telah tiba," kata Lai kepada wartawan setelah sesi anggaran legistalif lokal 2019 disetujui untuk pemerintah pusat, menurut media lokal, seperti dilansir Sputnik, Jumat (11/1/2019).

Lai mengatakan ia akan mengundurkan diri dari kabinetnya selama sesi legislatif pada Jumat.

Baca juga: Disindir Sengketa Pulau, Rusia Panggil Dubes Jepang

Setelah DPP mengalami kekalahan besar dalam pemilihan setempat pada bulan November lalu, Lai mengumumkan keputusannya untuk mengundurkan diri sekaligus. Tetapi, Presiden Taiwan Tsai Ing-wen, yang mengundurkan diri sebagai Ketua DPP yang menanggapi pemilu, meyakinkan Lai untuk menunda pengunduran dirinya.

Pengunduran diri Lai menjadi pukulan untuk Tsai dan DPP, sebagai oposisi Partai Nasionalis China yang terus mendapatkan momentum di Taiwan pada pemilihan presiden 2020.

Setelah menjabat pada tahun 2016, administrasi Tsai menghadapi permusuhan dengan kebijakaan China karena sikap pro independen pasrtainya pada hubungan dengan Beijing.

Baca juga: Begini Penampakan Sapi Bermata Satu yang Jadi Dewa Baru di India

Setelah kehilangan perang saudara pada tahun 1949, Partai Nasionalis China mundur ke Taiwan dan terus memerintah pulau di bawah Republik China. Menyusul dengan reformasi demikrasi pada 1990an, yang diadakan pemilihan langsung pertama untuk Presiden Taiwan di tahun 1996.

Pada saat yang sama, Partai Komunis China, yang berarti aturan Republik Rakyat China dari Beijing, terus mengklaim kedaulatan atas Taiwan di bawah satu kebijakan, yakni China.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More