Forgot Password Register

Polisi Kembali Limpahkan Berkas Ratna Sarumpaet ke Kejaksaan

Polisi Kembali Limpahkan Berkas Ratna Sarumpaet ke Kejaksaan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono (Foto:Pantau.com/Rizky Adytia)

Pantau.com - Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dirtreskrimum) Polda Metro Jaya telah memeriksa Nanik S. Deyang dan Rocky Gerung terkait pelengkapan berkas perkara kasus penyebaran berita bohong atau hoax Ratna Sarumpaet.

Oleh karena itu, penyidik akan kembali melimpahkan berkas perkara itu ke pihak Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta.

Baca juga: Ini Penjelasan Polisi Terkait Berkas Ratna Sarumpaet yang Belum Dilimpahkan ke Kejaksaan

Kabid Humas Polda Merto Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan dalam waktu dekat ini penyidik akan melimpahkan berkas perkara itu. Nantinya, usai pelimpahan penyidik akan menunggu penilaian dari Kejaksaan untuk memutuskan apakah berkas tersebut telah lengkap atau belum.

"Ya, setelah berkas kita serahkan, penyidik akan menunggu lagi. Apakah setelah pemeriksaan saksi kemarin sudah lengkap atau belum," ucap Argo saat dikonfirmasi, Kamis (6/12/2018).

Sayangnya, Argo tak merinci waktu pelimpahan berkas perkara itu. Ia hanya menyebut pelimpahan berkas akan dilakukan dalam waktu dekat ini.

Nantinya, jika pihak Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta menilai bahwa berkas perkara itu telah lengkap, lanjut Argo, maka penyidik akan segera melimpahkan tersangka Ratna Sarumpaet berikut dengan barang buktinya ke Kejati DKI. Hal itu dilakukan agar kasus segera disidangkan.

"Jadi, untuk berkas perkara dinilai sudah lengkap oleh penyidik maka akan dikirim ke kejaksaan," jelas Argo.

Baca juga: Penyidik Segera Rampungkan Berkas Ratna Sarumpaet

Diberitakan sebelumnya, Ratna Sarumpaet ditahan polisi setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus hoaks, Jumat 5 Oktober 2018. Aktivis perempuan itu sempat menggegerkan publik, karena mengaku diamuk sejumlah orang.

Berita bohongnya itu lantas dibongkar polisi. Lebam di wajah Ratna, bukan karena dipukul, melainkan akibat operasi sedot lemak di RSK Bina Estetika.

Ratna dijerat Pasal 14 UU Nomor 1 Tahun 46 tentang Peraturan Pidana dan Pasal 28 juncto Pasal 45 UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Dari penerapan pasal berlapis itu, Ratna terancam hukuman 10 tahun penjara.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More