Pantau Flash
Catat! Ini Janji Menko Luhut Soal Solusi Masalah Sawit Indonesia
Menlu Iran: AS Tak Bisa Bikin Teluk Persia Kacau
Dari 20 Nama 4 Anggota Polri Lolos Profile Assessment Jadi Capim KPK
Dirut Jasa Marga Dukung Pemindahan Ibu Kota: Tol di Kalimantan Sudah Ada
Kapolsek Sukajadi Diperiksa karena Diduga Kirim Miras ke Mahasiswa Papua

Pompeo: Trump dan Kim Jong Un Harus Lebih Kreatif Bahas Denuklirisasi

Pompeo: Trump dan Kim Jong Un Harus Lebih Kreatif Bahas Denuklirisasi Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Korea Utara Kim Jong-un. (Foto: Reuters)

Pantau.com - Menteri Luar Negeri Mike Pompeo berharap AS dan Korea Utara menunjukkan lebih banyak pendekatan kreatif pada pembicaraan denuklirisasi, menawarkan gagasan yang belum pernah diajukan sebelumnya.

"Saya berharap Korea Utara akan datang dengan ide-ide baru. Kami berharap kami dapat sedikit lebih kreatif juga," katanya, yang dilansir dari Sputnik, Selasa (16/7/2019).

Pria yang juga menjabat Sekretaris Negara AS itu menambahkan, tujuan AS untuk mencapai denuklirisasi Korea Utara yang lengkap dan dapat diverifikasi agar tidak ada perubahan.

Baca juga: Kim Jong-un Minta Rakyatnya Urunan untuk Perawatan Jasad Kakek dan Ayahnya

Dalam sebuah wawancara dengan Fox News pada hari Senin, Pompeo menunjukkan bahwa pembicaraan 30 Juni lalu antara Presiden AS Donald Trump dan ketua Korea Utara Kim Jong Un, telah memberikan Amerika Serikat kesempatan lain untuk duduk bersama.

Pernyataan itu muncul setelah Yonhap News Agency melaporkan pada hari Minggu, mengutip sumber-sumber bahwa AS telah menawarkan untuk mengadakan pembicaraan denuklirisasi dengan Pyongyang pada tingkat kerja minggu depan.

Baca juga: Trump Klaim Razia Senyap Buru Imigran untuk Dideportasi Berjalan Sempurna

Negosiasi telah macet sejak pertemuan puncak Februari antara Trump dan Kim, yang gagal menghasilkan hasil nyata, meskipun fakta bahwa pertemuan telah sangat diantisipasi.

Pada saat itu, presiden AS mengatakan bahwa karena Korea Utara tidak mau melakukan denuklirisasi bidang-bidang spesifik yang diinginkan Washington ketika mencari penghapusan sanksi penuh, tidak tepat untuk menandatangani perjanjian pada saat itu.

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta
Category
Internasional

Berita Terkait: