Pantau Flash
Prabowo: Rencana Pemindahan Ibu Kota Sudah Digodok Gerindra Sejak 2014
Anies Pastikan Pemprov DKI Lepas Saham di Perusahaan Bir Tahun Depan
Pemindahan Ibu Kota, Sri Mulyani: Kami Tidak Masukkan ke RAPBN 2020
Dua Kali Tertinggal, Madura United Tahan Imbang Persija 2-2
Zakir Naik Dipanggil Polisi Malaysia Terkait Berita Hoax dan China

Rayakan Idul Adha, Sri Mulyani: Profesionalisme Itu Pengorbanan

Headline
Rayakan Idul Adha, Sri Mulyani: Profesionalisme Itu Pengorbanan Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Pantau.com/Ratih Prastika)

Pantau.com - Ikut melaksanakan hari Raya Idul Adha dengan mengembelihin hewan qurban dilingkungan Kementerian Keuangan, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meminta jajarannya untuk dapat mengimplementasikan nilai-nilai qurban dalam bekerja dan kehidupan sehari-hari untuk mencapai hasil terbaik.

"Dalam tataran kita bekerja, kompetensi, endurance, kemampuan kita untuk terus bisa bertahan untuk mencapai tujuan itu mengorbankan waktu, tenaga, kadang pikiran, perasaan bahkan waktu bersama keluarga. Itu adalah pengorbanan. Kalau kita bertahan kepada etika dan profesionalisme itu adalah suatu pengorbanan padahal godaan begitu banyak," kata Sri Mulyani, di komplek Kemenkeu, Selasa (13/8/2019).

Baca juga: Antre Hingga 2027, Ini Curhat Calon Haji Soal 520 Kuota RI Tak Terpakai

Menilik tema "Dengan Berkorban Kita Ingin Sampaikan Rasa Syukur dan Rasa Peduli" Sri Mulyani justru meminta agar pegawai Kemenkeu, tidak hanya berkorban tetapi sekaligus bersyukur membuat tema menjadi sangat penting bagi para insan Kemenkeu untuk memberikan yang terbaik dalam bekerja.

"Dalam konteks kita sekarang bernegara dan berorganisasi, itu artinya kalau anda sudah mengerjakan tugas dan mengorbankan seluruh waktu, tenaga, pikiran, perasaan dan menjaga integritas dan profesionalime anda, anda bersyukur karena mampu memberikan yang terbaik. Itu nilainya luar, " tuturnya.

Baca juga: Tengok Nih! Pengusaha Indonesia Punya Hotel Bersejarah di Australia

Nilai ketiga yaitu peduli terhadap sesama manusia merupakan suatu tujuan utama dari prosesi qurban itu sendiri. Nilai ini didasarkan pada nilai kemanusiaan yang adil dan beradab tanpa membedakan suku, agama, golongan dan kelompoknya.

"Saya ingin tema ini dimaknai oleh seluruh teman-teman di Kementerian Keuangan sebagai simbol upaya kita suatu effort terus-menerus agar kita sebagai manusia menjadi manusia yang mampu memberi atau berkorban," pungkasnya.

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Nani Suherni
Category
Ekonomi

Berita Terkait: