Forgot Password Register

Headlines

Sejak September 2018, BNN Gagalkan Peredaran 14,6 Kg Sabu dan 63 Ribu Ekstasi

Sejak September 2018, BNN Gagalkan Peredaran 14,6 Kg Sabu dan 63 Ribu Ekstasi Konferensi pers BNN (Foto: Pantau.com/Bagaskara Isdiansyah)

Pantau.com - Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Bea Cukai serta TNI AD berhasil mengungkap empat kasus tindak pindana narkotika yang dilakukan di Aceh, Sumatera Utara, Banten, dan Kalimantan Utara. Sebanyak 14,6 kilogram sabu dan 63,573 butir ekstasi disita dari 18 tersangka, yang dua diantaranya oknum anggota TNI AD.

Deputi Pemberantasan BNN Irjen Pol Arman Depari mengungkapkan, kasus pertama yakni 10 kilogram sabu terungkap di wilayah Aceh, Medan, dan Sumatera Utara.

Baca juga: BNN Ringkus 17 Tersangka Kasus Narkoba, Dua Diantaranya Oknum TNI AD

Berawal dari informasi masyarakat di wilayah Medan pada Kamis, 11 Oktober 2018, petugas BNN bersama Subdit Bea Cukai berhasil mengamankan seorang pelaku berinisial M (25). M ditangkap saat sedang mengendari becak motor di Jalan Setia Budi Medan dan diamankan 2 kilogram sabu dari tangannya.

Sementara hasil penyelidikan lebih lanjut kemudian diamankan pelaku bernisial AG (29). Dari penggeledahan di kediaman AG, BNN berhasil mengamankan barang bukti sabu seberat 8 kilogram dibungkus dalam plastik yang disembunyikan dalam kardus.

"Sehingga total barang bukti yang berhasil disita dalam kasus ini yaitu sebanyak 10 kg sabu," ujar Arman di Gedung BNN Cawang, Jakarta Timur, Selasa (16/10/2018).

Kemudian kasus yang kedua, Arman menjelaskan, BNN berhasil mengungkap kasus 3,1 kilogram sabu yang berhasil diamankan dari jaringan narkotika Aceh-Jakarta. 

"Sebuah mobil colt diesel diamankan petugas BNN di pintu keluar tol Cikupa, Tangerang. Berdasarkan penggeledahan yang dilakukan petugas dengan bantuan unit K-9 ditemukan 3 bungkus teh cina berwarna hijau berisi 3 kg Sabu," ungkapnya.

Dalam kasus ini BNN mengamankan pelaku berinisial Z sebagai supir dan NMS kernet mobil. Keduanya diperintah oleh seorang berinisial AM alias Escobar di Aceh. Rencananya sabu tersebut akan diedarkan ke Jakarta, Bandung, dan Batam.

Untuk kasus yang ketiga, BNN bersama kanwil Bea Cukai Kalimatan Timur berhasil mengungkap peredaran narkoba di Kalimantan Utara. Dalam kasus ini tiga orang tersangka diamankan setelah mencoba menyelundupkan narkotika jenis sabu dari Tawau, Malaysia melalui perairan Pulau Bunyu, Kaltim menuju Tarakan.

Baca juga: Tiga Bulan Buron, Polisi Bekuk Bandar Narkoba dengan Modus Tawuran

"Dari kasus ini petugas mengamankan 1,5 kg sabu dan 8 orang tersangka," tuturnya.

Kemudian yang menarik kasus ke empat, Arman mengatakan, pihaknya berkerjasama dengan TNI AD melakukan operasi gabungan. Hasilnya operasi gabungan ini berhasil mengamankan dua tersangka dari TNI AD, yakni Kopral ED dan Praka RD dari kesatuan Kodam I Bukit Barisan.

"Petugas mengamankan 63.573 butir ekstasi atau MDMA dengan berat sekitar 19.975 kg yang disimpan di dalam sebuah tas ransel berwana hitam. Oknum TNI AD ini rupanya dikendalikan oleh narapidana Rutan Salemba berinisial AS alias Me'eng," ungkapnya.

Kini 18 tersangka dari keempat kasus tersebut sudah diamankan dan berada di Kantor BNN Cawang, Jakarta Timur untuk mengikuti proses hukum selanjutnya. 

Para tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1), Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1), Undang-Undang No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal hukuman mati atau penjara seumur hidup. Sementara dengan pengungkapan kasus ini, setidaknya BNN menyelamatkan lebih dari 136.573 anak bangsa dari penyalahgunaan narkotika.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More