Forgot Password Register

Headlines

Soal Dugaan Intimidasi, KPK Klaim Kantongi Isi Pembicaraan Setnov-Eni Saragih

Soal Dugaan Intimidasi, KPK Klaim Kantongi Isi Pembicaraan Setnov-Eni Saragih Gedung KPK (Foto: Pantau.com/Fery Heryadi)

Pantau.com - Juru bicara KPK Febri Diansyah membenarkan bahwa Setya Novanto pernah bertemu dengan tersangka kasus dugaan suap Proyek PLTU Riau-1 Eni Maulani Saragih di rutan K4 cabang KPK. Namun Febri tidak menyebutkan waktu pertemuan tersebut.

"Kalau pertanyaannya apakah sempat ada pertemuan antara Setya Novanto dan tersangka EMS di rutan, ya seingat saya memang ada pertemuan tersebut dan kami sudah mengidentifikasi karena seluruh kawasan itu kan bisa dilihat di CCTV," kata Febri di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu, 12 September 2018.

Baca juga: Pengacara Eni Sebut Setnov Pengaruhi Kliennya Terkait Isi BAP Suap PLTU Riau-1

Diketahui Setya Novanto pernah menginap beberapa hari di rutan K4 cabang KPK, tempat Eni ditahan. Lantaran pada 27 Agustus lalu, Novanto yang telah menjadi narapidana kasus korupsi e-KTP dan menjadi penghuni Lapas Sukamiskin, Bandung tersebut harus menjalani pemeriksaan sebagai saksi pada kasus PLTU Riau-1.

Sementara itu, Eni sendiri pernah mengakui bahwa ia telah melapor ke penyidik KPK karena merasa tak nyaman ketika didatangi Novanto.

Febri mengatakan, penyidik telah mengetahui isi pembicaraan Eni dan Novanto dan tengah diselidiki apakah ada hubungannya dengan kasus suap PLTU Riau-1.

"Jadi penyidik sudah mengetahui secara persis pertemuan yang terjadi tersebut dan apa yang dibicarakan di sana. Tapi memang kami belum bisa menyampaikan karena ini kan masih proses penyidikan," ucapnya.

Baca juga: Eni Saragih Akui Sempat Bertemu Setnov di Rutan KPK

Meski begitu, Febri menyampaikan bahwa saksi berkewajiban menyampaikan jika ada upaya pihak lain melakukan intimidasi atau memengaruhi dalam memberikan keterangan kepada penyidik. 

"Saksi bisa meminta perlindungan, bisa diminta kepada KPK dengan disampaikan ke penyidik atau meminta perlindungan kepada Lembaga perlindungan saksi dan korban kalau memang ada intimidasi tersebut. Tapi saya belum mendengar informasi tersebut," pungkas Febri. 

Share :
Komentar :

Terkait

Read More