Pantau Flash
Joko Driyono Jalani Sidang Vonis Kasus Perusakan Bukti Pengaturan Skor
Sampah Plastik di Jawa Barat Akan Disulap Jadi Biodiesel
Komisi III DPR Gelar Rapat Pleno Bahas Amnesti Baiq Nuril Hari Ini
Cristiano Ronaldo Bebas dari Dakwaan Kasus Pemerkosaan
Intake Manifold Plastik Diketahui Meleleh, Volvo Tarik 507.353 Kendaraan

Soal Penangkapan Eggi Sudjana, Fadli Zon: Merusak Demokrasi Kita!

Headline
Soal Penangkapan Eggi Sudjana, Fadli Zon: Merusak Demokrasi Kita! Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon (Foto: Pantau.com/ Bagaskara Isdiansyah)

Pantau.com - Usai menjalani pemeriksaan kasus dugaan makar atas seruan people power dengan status sebagai tersangka, Eggi Sudjana kini resmi ditangkap penyidik Polda Metro Jaya.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon menilai penangkapan yang dilakukan polisi terhadap Eggi tidak hanya harus disayangkan tapi juga harus dikecam. Pasalnya menurut Fadli hal tersebut merusak demokrasi negara.

"Ya menurut saya penetapan bukan hanya disayangkan harus kita kecam karena ini merusak demokrasi kita dan memundurkan demokrasi kita," ujar Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Selasa, 14 Mei 2019.

Baca juga: Eggi Sudjana Tulis Pesan Ini Usai Ditangkap Polisi Terkait Makar 

Fadli menilai terkait kasus yang membelit Eggi saat ini menurutnya sama sekali tidak ada unsur untuk melakukan makar. Menurutnya, Eggi hanya menyampaikan pendapatnya dan hal tersebut diatur dalam Undang-Undang.

"Kalo tuduhan makar makarnya dimana apa yang dilakukan. Kalo ucapan itu bukan makar. Orang berpendapat itu juga bukan makar. Sepahit-pahitnya pendapat itu adalah pendapat yang dijamin juga oleh konstitusi kita tetapi bukan makar," ungkapnya.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu menyinggung bahwa negara Indonesia bukan lah negara kepolisian. Akan tetapi negara ini merupakan negara hukum yang seimbang.

"Negara hukum itu harus seimbang. Sementara laporan-laporan yang dianggap merugikan pemerintah tidak diproses. Saya saja saya ulangi mungkin ada sembilan laporan saya itu tidak di proses oleh pihak kepolisian. Ada yang mengancam membunuh saya ada macem-macem itu tidak ada yang diproses," tuturnya.

"Ada yang baru ngomong begitu saja langsung di tangkap ini kan lucu. Jadi polisi ini milik siapa negara ini negara siapa apakah yg tidak mendukung pemerintah itu negara kelas dua? Ya ini menjadi pertanyaan dimasyarakat. Dan sangat membahayakan persatuan bangsa kita," sambungnya.

Baca juga: Pengacara Eggi Sudjana Minta BPN Jangan Menambah Susah Pihaknya

Diberitakan sebelumnya, penyidik Sub Direktorat Keamanan Negara Polda Metro Jaya resmi menetapkan Eggi Sudjana sebagai tersangka atas kasus penghasutan terkait pernyataan people power yang sebelumnya dilaporakan oleh relawan dari Jokowi-Maruf Center (Pro Jomac).

Eggi dilaporkan Supriyanto ke Bareskrim Polri pada Jumat, 19 Mei 2019. Laporan Supriyanto telah teregistrasi dengan nomor: LP/B/0391/IV/2019/BARESKRIM tertanggal 19 April 2019 dengan tuduhan penghasutan. \

Perkara yang dilaporkan adalah Tindak Pidana Pengaduan Palsu UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP Pasal 220 KUHP Pencemaran Nama Baik UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP Pasal 310 KUHP.

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Sigit Rilo Pambudi
Reporter
Bagaskara Isdiansyah
Category
Nasional

Berita Terkait: