Forgot Password Register

Usulan Kapolri dan Panglima TNI Dibacakan di Pembahasan RUU Terorisme

Pansus RUU Terorisme (Foto: Pantau.com / Dini Afrianti Efendi) Pansus RUU Terorisme (Foto: Pantau.com / Dini Afrianti Efendi)

Pantau.com - Ketua Panitia Khusus (Pansus) Muhammad Syafii bacakan referensi dari Panglima TNI Jenderal Marsekal Hadi, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, hingga mantan Panglima TNI (Purn) Gatot Nurmantyo dalam pembahasan Revisi Undang-Undang (RUU) Terorisme.

"Saya bacakan referensi (definisi terorisme) dari Pak Gatot, Kapolri Tito Karnavian, dan Panglima TNI Jenderal Masekal Hadi sebagai bahan rumusan definisi," ujar Syafii dalam pembahasan RUU Terorisme di Ruang Panja, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (23/5/2018).

Definisi Terorisme kata pria yang akrab disapa Romo itu, dianggap penting, dalam mengkategorikan kejahatan terorisme, agar tidak terjadi salah tangkap.

Baca juga: Kapolri Desak DPR Segera Selesaikan RUU Terorisme

Hal ini sebagaimana kesimpulan rapat panja tim perumusan Undang-Undang antara pemerintah dan DPR, bahwa harus ada frase idelogi, politik, dan ancaman keamanan. 

"Inilah pembahasan kita dimasukkannya frase idelogi, frase politik, dan ancaman keamanan, saya berpendapat karena memang harus ada pembeda tindak kriminal biasa dan tindak kriminal terorisme," tutur Romo.

Referensi-referensi itu disampaikan dalam bentuk surat seperti surat Panglima TNI Jenderal Marsekal Hadi pada 8 Januari 2018, surat Kapolri Jenderal Tito Karnavian pada 23 November 2016, dan surat Menko Polhukam Wiranto pada 3 Februari 2017. 

Baca juga: Pemerintah Minta Kewenangan dalam RUU Terorisme, Fahri Hamzah: Itu Bahaya!

Share :
Komentar :

Terkait

Read More