Pantau Flash
Prabowo: Rencana Pemindahan Ibu Kota Sudah Digodok Gerindra Sejak 2014
Anies Pastikan Pemprov DKI Lepas Saham di Perusahaan Bir Tahun Depan
Pemindahan Ibu Kota, Sri Mulyani: Kami Tidak Masukkan ke RAPBN 2020
Dua Kali Tertinggal, Madura United Tahan Imbang Persija 2-2
Zakir Naik Dipanggil Polisi Malaysia Terkait Berita Hoax dan China

Warning Perubahan Iklim: Gletser di Himayala Mencair 2 Kali Lipat

Headline
Warning Perubahan Iklim: Gletser di Himayala Mencair 2 Kali Lipat Gunung Everest, puncak tertinggi di dunia, dan puncak lain dari pegunungan Himalaya terlihat dari udara selama penerbangan dari Kathmandu. (Foto: Reuters/Tim Chong)

Pantau.com - Gletser di Himalaya saat ini telah mencair sekitar dua kali lipat lebih cepat sejak awal abad ini, berdasarkan sebuah studi baru pada gambar yang ditangkap oleh satelit era perang dingin.

Pegunungan Asia, yang meliputi Gunung Everest, telah kehilangan es pada tingkat sekitar satu persen per tahun sejak 2000, menurut penelitian yang diterbitkan pada Rabu, 19 Juni, dalam Jurnal Sciences Advances.

"Jumlah (es) yang hilang sangatlah menakutkan, tapi jauh lebih menakutkan adalah faktanya dua kali lipat es dari tingkat itu mencair," kata seorang peneliti gletser di Columbia University's Lamont-Doherty Earth Observatory dan penulis studi tersebut Josh Maurer, seperti dilansir Al Jazeera, Jumat (21/6/2019).

Baca juga: Di Negara Ini, Perubahan Iklim Lebih Mengerikan Dibanding Terorisme

Sebelumnya, para ilmuan tidak memiliki data spesifik tentang es di Himalaya hingga Maurer menemukan gambar 3D dari satelit Spy AS. 

Gambar tersebut memungkinkan Maurer menghintung berapa jumlah es yang ada di pegunungan Himalaya pada 1975. Ia kemudian menggunakan data satelit lain untuk mengukus es di tahun 2000 dan kemudian pada tahun 2016.

Himalaya, bagian dari wilayah yang disebut dengan The Third Pole karena memiliki begitu banyak es, hanya 72 persen dari es yang ada di sana pada tahun 1975, telah kehilangan sekitar 8,3 miliar ton es per tahunnya, dibandingkan dengan 4,3 miliar ton per tahun antara tahun 1975 dan 2000, menurut penelitian.

Meskipun mencairnya es di Bumi Utara dan Kutub Selatan sudah menyebabkan sistem perubahan iklim, mencairnya es di Himalaya memberikan efek langsung kepada 800 ribu masyarakat yang bergantung pada sungai mereka.

Baca juga: Perubahan Iklim, PBB: Satu Juta Spesies Hewan Diambang Kepunahan

Selama bertahun-tahun, para ilmuwan telah melihat banyak penyebab yang mungkin untuk mencair gletser, termasuk polusi dan perubahan curah hujan.

Maurer yang memeriksa kembali dengan data pnelitiannya, menemukan bahwa jenis es yang mencair akan terjadi selama ampat dekade.

Temuan baru diterbitkan pemerintah dalam pertemuan di Bonn bertujuan untuk mendorong maju upaya untuk mengekang emisi gas rumah kaca di bawah Perjanjian Paris 2015, menemukan emisi karbon global mencapai rekor tertinggi tahun lalu.

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Noor Pratiwi
Category
Internasional

Berita Terkait: