
Pantau - Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menegaskan bahwa Gerakan Pangan Murah (GPM) akan menjadi instrumen utama dalam menjaga stabilitas harga pangan nasional pada tahun 2026, sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap komoditas strategis.
GPM Ditingkatkan Secara Masif di Seluruh Indonesia
Rizal menyatakan bahwa pelaksanaan GPM pada 2026 akan dilakukan secara lebih masif dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Peningkatan mencakup frekuensi pelaksanaan serta keterlibatan lebih banyak pihak, dengan tujuan menekan harga pangan secara berkelanjutan di tingkat konsumen.
"Kalau dulu-dulu mohon maaf GPM tidak semasif sekarang. Nah sekarang Gerakan Pangan Murah ini luar biasa," ungkap Rizal.
Pada tahun 2025, Bulog mencatatkan rekor dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) usai melaksanakan GPM secara serentak di 4.337 titik seluruh Indonesia.
Capaian tersebut menjadi distribusi pangan terbesar sepanjang tahun yang dilaksanakan secara konsisten dan terpadu di tingkat nasional.
Rizal menyebutkan bahwa keberhasilan itu ditopang oleh kerja sama lintas pemangku kepentingan.
"Ini berkat kerja sama yang luar biasa dari seluruh stakeholder, baik pemerintah, TNI-Polri, swasta, dan lain sebagainya. Bahkan para pengecer yang ada di lapangan," jelasnya.
Perluasan Dampak dan Penyaluran Beras SPHP
Rizal menegaskan bahwa kegiatan GPM akan terus ditingkatkan di berbagai daerah dengan melibatkan lintas sektor.
GPM dinilai efektif dalam mendistribusikan berbagai komoditas strategis, termasuk beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan).
Program ini membantu menjaga ketersediaan pasokan serta mengendalikan tekanan harga di pasar.
Pada tahun 2026, GPM akan dipertahankan dan diperluas dengan intensitas lebih tinggi agar dampaknya dirasakan secara merata oleh masyarakat.
Tujuan utamanya adalah menjaga daya beli masyarakat serta memastikan stabilisasi harga di berbagai wilayah.
Penguatan GPM juga sejalan dengan target penyaluran beras SPHP sebanyak 1,5 juta ton sepanjang tahun 2026.
Strategi ini disiapkan untuk menjaga kontinuitas pasokan dan kestabilan pasar secara nasional.
" Kami akan tambah ke depan dengan kegiatan-kegiatan yang sifatnya lebih masif lagi, yaitu GPM-GPM itu. Supaya hasilnya lebih banyak," tegas Rizal.
- Penulis :
- Gerry Eka
- Editor :
- Tria Dianti







