
Pantau - Pemerintah China menyatakan keberatannya terhadap langkah Uni Eropa yang menetapkan beberapa perusahaan asal China sebagai "pemasok berisiko tinggi" dan mengecualikannya dari sektor-sektor strategis di Eropa.
China Nilai Langkah UE Diskriminatif dan Tak Berdasar
Juru Bicara Kementerian Perdagangan China, He Yongqian, menyampaikan sikap tegas tersebut dalam konferensi pers rutin yang digelar pada Kamis.
Menurutnya, Uni Eropa baru-baru ini menerbitkan dokumen kebijakan yang mewajibkan negara-negara anggotanya mengecualikan perusahaan "pemasok berisiko tinggi" dari 18 sektor utama.
Beberapa sektor yang masuk dalam daftar tersebut antara lain energi, transportasi, serta manajemen layanan teknologi informasi dan komunikasi (TIK).
He Yongqian menyatakan bahwa China telah menyampaikan kekhawatiran serius terhadap kebijakan tersebut.
Ia menjelaskan bahwa perusahaan-perusahaan China telah lama beroperasi di Eropa dengan mematuhi hukum dan peraturan setempat secara ketat.
Perusahaan-perusahaan tersebut juga dinilai telah memberikan kontribusi signifikan bagi sektor telekomunikasi dan digital di Eropa dengan menyediakan produk dan layanan berkualitas tinggi.
Namun, Uni Eropa tetap melabeli sejumlah perusahaan asal China sebagai "pemasok berisiko tinggi" tanpa didasari fakta yang jelas.
Pelabelan ini disertai dengan pembatasan terhadap keterlibatan perusahaan-perusahaan China dalam pengembangan teknologi 5G di kawasan tersebut.
"China dengan tegas mengecam praktik-praktik diskriminatif UE dan pendekatan yang keliru dalam memolitisasi isu ekonomi dan perdagangan serta memperluas konsep keamanan secara berlebihan", ujar He Yongqian.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







