Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

IHSG Menguat di Tengah Pelemahan Bursa Asia, OJK dan BEI Siapkan Aturan Baru Terkait Free Float dan Demutualisasi

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

IHSG Menguat di Tengah Pelemahan Bursa Asia, OJK dan BEI Siapkan Aturan Baru Terkait Free Float dan Demutualisasi
Foto: Ilustrasi - Layar digital menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) (sumber: IDX)

Pantau - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat pada akhir perdagangan Jumat (30/1/2026), meskipun mayoritas bursa saham di kawasan Asia mengalami pelemahan.

IHSG ditutup naik 97,41 poin atau 1,18 persen ke level 8.329,61.

Indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan juga mengalami kenaikan sebesar 20,52 poin atau 2,52 persen ke posisi 833,53.

Penguatan IHSG terjadi setelah merespons situasi terkait Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang sempat memicu kekhawatiran investor.

"IHSG rebound setelah kisruh Morgan Stanley Capital International (MSCI), tetapi pelaku pasar masih belum yakin dan mengambil sikap wait and see," ungkap Fixed Income and Macro Strategist PT Mega Capital Indonesia, Lionel Priyadi.

Ia menambahkan, investor asing masih akan cenderung bearish hingga ada kepastian dari MSCI pada Mei 2026 mendatang.

OJK dan BEI Siapkan Aturan Free Float dan Demutualisasi

Menindaklanjuti pengumuman MSCI, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BEI akan menerbitkan revisi aturan batas minimal saham publik (free float) dari 7,5 persen menjadi 15 persen.

Kebijakan ini akan mulai diberlakukan pada Februari 2026, dan mencakup baik emiten baru maupun emiten yang sudah tercatat di bursa.

Jika emiten tidak memenuhi aturan tersebut, maka akan diberikan exit policy yang hingga kini masih dalam tahap perumusan.

BEI dan Self-Regulatory Organization (SRO) juga akan menyusun proposal penyesuaian sesuai permintaan MSCI terkait transparansi free float di Indonesia.

OJK menyatakan bahwa pemerintah akan segera menerbitkan peraturan mengenai demutualisasi PT BEI dengan target penerbitan pada kuartal I tahun 2026.

Pada hari yang sama, Direktur Utama BEI, Iman Rachman, secara resmi mengundurkan diri dari jabatannya.

Keputusan tersebut langsung menjadi perhatian pelaku pasar.

OJK memastikan bahwa posisi Pelaksana Tugas (Plt) Dirut BEI akan segera diisi oleh salah satu direksi BEI yang saat ini masih menjabat.

IHSG Menguat Sepanjang Hari, Sektor Transportasi Pimpin Kenaikan

IHSG dibuka menguat dan bertahan di zona hijau sepanjang sesi pertama dan kedua perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, enam sektor mengalami penguatan, dipimpin oleh sektor transportasi dan logistik yang naik 6,2 persen.

Sektor keuangan dan barang konsumen primer masing-masing naik 3,35 persen dan 2,10 persen.

Lima sektor lainnya justru mengalami penurunan, dengan sektor barang konsumen non-primer memimpin pelemahan sebesar 1,12 persen, disusul sektor infrastruktur dan industri masing-masing turun 1,17 persen dan 0,87 persen.

Saham-saham yang mencatatkan penguatan terbesar adalah ESTI, FIRE, ZATA, AHAP, dan DFAM.

Sementara saham yang melemah paling dalam antara lain KIOS, VKTR, RMKE, AIMS, dan PBSA.

Frekuensi perdagangan saham mencapai 3.399.348 kali transaksi, dengan volume sebanyak 57,76 miliar lembar saham dan nilai transaksi mencapai Rp41,33 triliun.

Sebanyak 551 saham mengalami kenaikan harga, 194 saham mengalami penurunan, dan 65 saham tidak berubah.

Bursa Asia Melemah Serempak

Sementara itu, bursa saham regional Asia mengalami pelemahan pada penutupan sore hari.

Indeks Nikkei turun 10,70 poin atau 0,02 persen ke level 53.364,89.

Indeks Shanghai melemah 40,02 poin atau 0,96 persen ke posisi 4.117,95.

Indeks Hang Seng melemah 580,98 poin atau 2,08 persen ke level 27.387,10.

Indeks Strait Times turun 24,89 poin atau 0,51 persen ke level 4.905,12.

Penulis :
Arian Mesa