Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

Pemerintah Indonesia Negosiasikan Pembebasan Dua Kapal Tanker Pertamina yang Terjebak di Selat Hormuz

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Pemerintah Indonesia Negosiasikan Pembebasan Dua Kapal Tanker Pertamina yang Terjebak di Selat Hormuz
Foto: (Sumber : Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memberi keterangan ketika ditemui selepas acara buka bersama di Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (4/3/2026). (ANTARA/Putu Indah Savitri).)

Pantau - Pemerintah Indonesia tengah melakukan negosiasi untuk membebaskan dua kapal tanker milik PT Pertamina International Shipping yang membawa kargo Pertamina dan saat ini berada di wilayah Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan konflik di Timur Tengah.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menyatakan dua kapal tersebut sedang berada di area yang lebih aman sambil menunggu perkembangan situasi keamanan.

Bahlil mengatakan "Ada dua kargo yang terjebak di Selat Hormuz punya Pertamina. Sekarang kapal itu lagi sandar untuk cari tempat yang lebih aman, sambil kami melakukan negosiasi", ungkapnya.

Pernyataan tersebut disampaikan Bahlil setelah menghadiri acara buka bersama di Kementerian ESDM di Jakarta pada Rabu malam 4 Maret.

Pemerintah melalui Pertamina juga memastikan keselamatan seluruh awak kapal tetap terjaga meskipun kawasan Selat Hormuz sedang dilanda konflik.

Konflik Timur Tengah Picu Ketegangan di Jalur Energi Dunia

Ketegangan di kawasan tersebut meningkat setelah konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.

Situasi keamanan yang memburuk di sekitar Selat Hormuz berdampak pada aktivitas pelayaran dan distribusi energi global.

Media Iran bahkan melaporkan bahwa Selat Hormuz secara efektif telah ditutup setelah serangan yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel.

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur strategis energi dunia yang menangani sekitar seperlima perdagangan minyak global.

Selain minyak, jalur tersebut juga menjadi rute penting ekspor liquefied natural gas atau LNG dari Qatar dan Uni Emirat Arab ke berbagai negara.

Pemerintah Siapkan Alternatif Pasokan Energi

Meski dua kapal tanker Pertamina masih berada di kawasan tersebut, pemerintah menegaskan kondisi tersebut tidak mengganggu ketahanan energi nasional.

Pemerintah Indonesia telah menyiapkan berbagai langkah alternatif untuk menjaga pasokan energi tetap aman.

Bahlil mengatakan "Geopolitik tidak dalam kondisi yang baik-baik saja, tetapi kesiapan pemerintah dalam mendesain, mempersiapkan semua alternatif untuk crude, BBM, dan LPG, insyaallah aman", ujarnya.

Langkah mencari sumber pasokan energi alternatif dari Amerika Serikat juga dilakukan bersamaan dengan upaya diplomasi untuk memastikan dua kapal tanker tersebut dapat keluar dengan aman dari kawasan Selat Hormuz.

Penulis :
Ahmad Yusuf