HOME  ⁄  Ekonomi

Proyek Pengolahan Sampah Jadi Listrik di Jambi Ditargetkan Lelang April 2026 dan Beroperasi 2028

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Proyek Pengolahan Sampah Jadi Listrik di Jambi Ditargetkan Lelang April 2026 dan Beroperasi 2028
Foto: Director Project and Stakeholder Management Danantara Maulana Muhammad meninjau TPA Talang Gulo di Jambi, Jumat 10/4/2026 (sumber: ANTARA/HO-Melli Andani)

Pantau - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara memastikan dukungan terhadap proyek pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kota Jambi yang ditargetkan masuk tahap lelang pada April hingga Mei 2026.

Peninjauan Lokasi dan Kesiapan Proyek

Director Project and Stakeholder Management Danantara, Maulana Muhammad, melakukan peninjauan langsung ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Talang Gulo sebagai lokasi proyek.

Ia mengungkapkan, "Proyek ini ditargetkan segera memasuki tahap lelang pada April hingga Mei 2026 dan dilanjutkan dengan peletakan batu pertama pada tahun yang sama."

Pemerintah Kota Jambi dinilai telah siap menjalankan proyek tersebut, terutama dalam penyediaan lahan lebih dari lima hektare di kawasan TPA Talang Gulo.

Secara keseluruhan, pemerintah daerah telah menyiapkan sekitar 21 hektare lahan untuk mendukung pembangunan fasilitas tersebut.

Kota Jambi juga masuk dalam kategori daerah prioritas nasional untuk pembangunan proyek PSEL sebagai tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto.

Target Kapasitas dan Tantangan Pasokan Sampah

Proyek PSEL di Jambi akan dikembangkan sebagai fasilitas waste to energy berskala besar dengan kapasitas pengolahan sekitar 1.000 ton sampah per hari.

Maulana Muhammad menyatakan, "Proyek PSEL ini akan dikembangkan sebagai fasilitas waste to energy berskala besar dengan kapasitas pengolahan sekitar 1.000 ton sampah per hari, yang tidak hanya menghasilkan listrik tetapi juga dilengkapi fasilitas pendukung seperti pabrik Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) serta zona hijau sebagai bagian dari pengelolaan lingkungan."

Namun, proyek ini menghadapi tantangan utama berupa pasokan sampah yang saat ini baru mencapai sekitar 450 ton per hari, masih di bawah kebutuhan operasional.

Ia menambahkan, "Kami berharap proyek ini dapat menjadi solusi jangka panjang dalam pengelolaan sampah sekaligus menghasilkan energi listrik ramah lingkungan bagi masyarakat, sehingga diperlukan kerja sama dengan daerah sekitar untuk memastikan ketersediaan pasokan sampah bagi operasional PSEL."

Danantara berkomitmen mengawal proyek agar berjalan sesuai target dengan operasional paling lambat tahun 2028.

Wali Kota Jambi, Maulana, terus mematangkan kesiapan lokasi proyek guna mendukung percepatan pembangunan.

Proyek ini bertujuan mengatasi kondisi darurat sampah di TPA Talang Gulo sekaligus menghasilkan energi terbarukan bagi masyarakat.

Penulis :
Shila Glorya