HOME  ⁄  Food & Travel

Monumen Raksasa Crazy Horse Memorial di Black Hills yang Tak Kunjung Selesai Setelah 77 Tahun

Oleh Latisha Asharani
SHARE   :

Monumen Raksasa Crazy Horse Memorial di Black Hills yang Tak Kunjung Selesai Setelah 77 Tahun
Foto: Crazy Horse Memorial (crazyhorsememorial.org/)

Pantau - Di Black Hills, South Dakota, terdapat monumen raksasa Crazy Horse Memorial. Patung ini diprakarsai oleh pematung keturunan Polandia-Amerika, Korczak Ziółkowski, sejak tahun 1940-an. Black Hills, yang membentang di South Dakota dan Wyoming, memiliki makna sakral bagi suku Sioux. Mereka menganggap kawasan ini sebagai pusat dunia (axis mundi). Namun, lokasi ini juga menjadi saksi proyek pematung terbesar yang pernah ada, yaitu transformasi Gunung Thunderbird setinggi 180 meter menjadi patung Crazy Horse. Saat rampung, monumen ini akan mencapai tinggi 170 meter dan panjang 195 meter, memperlihatkan Crazy Horse di atas kuda dengan tangan menunjuk ke kejauhan.

Siapa Crazy Horse

Sosok Crazy Horse (armyheritage.org)

Crazy Horse adalah pemimpin suku Lakota yang memimpin perlawanan terhadap tentara Amerika dalam Pertempuran Little Bighorn tahun 1876. Konflik ini pecah setelah militer AS melanggar Perjanjian Fort Laramie yang menetapkan Black Hills sebagai wilayah Sioux. Penemuan emas di kawasan ini membuat pemerintah berupaya mengusir penduduk asli. Di bawah komando Letnan Kolonel George Custer, pasukan AS menyerang perkemahan Sioux, Cheyenne, dan Arapaho, tetapi pertempuran berakhir dengan kekalahan total bagi Custer dan 209 tentaranya.

Setahun kemudian, Crazy Horse dibunuh oleh seorang tentara saat perundingan damai. Namanya tetap dikenang, hingga 60 tahun setelah kematiannya, kisahnya menginspirasi Korczak Ziółkowski untuk mengabadikan perjuangannya dalam bentuk monumen.

Baca juga: Albert Einstein Memorial, Destinasi Bersejarah di Washington DC

Perjalanan Sang Pematung

Korczak Ziółkowski (crazyhorsememorial.org)

Korczak Ziółkowski lahir di Boston pada 1908 dari keluarga keturunan Polandia. Orang tuanya meninggal dalam kecelakaan kapal ketika ia masih bayi. Ia kemudian dibesarkan di panti asuhan dan bekerja keras untuk belajar keterampilan teknis. Tanpa pendidikan seni formal, ia mengembangkan bakat memahat dengan belajar secara otodidak.

Pada 1939, karyanya yang berjudul Study of an Immortal, patung marmer pianis Ignacy Paderewski, memenangkan penghargaan utama di New York World’s Fair. Keberhasilannya menarik perhatian pemahat Gunung Rushmore, Gutzon Borglum, yang mengajaknya berkontribusi dalam proyek tersebut.

Di tahun yang sama, kepala suku Sioux, Henry Standing Bear, menghubungi Korczak. Ia meminta pematung ini mengukir monumen untuk mengenang pahlawan besar mereka, Crazy Horse, dengan pesan, "Kami ingin orang kulit putih tahu bahwa kami juga memiliki pahlawan besar."

Korczak menyetujui tawaran itu, namun lebih dulu mendaftar sebagai tentara dalam Perang Dunia II. Setelah bertugas di Omaha Beach dan terluka dalam perang, ia menolak tawaran pemerintah AS untuk membangun monumen perang di Eropa. Sebagai gantinya, ia memilih kembali ke Black Hills untuk mengerjakan monumen Crazy Horse.

Baca juga: Irish Hunger Memorial, Monumen Peringatan Kelaparan Irlandia di Jantung Manhattan

Dedikasi Seumur Hidup

Korczak tiba di lokasi pada 3 Mei 1947 dan mengabdikan hidupnya untuk proyek ini. Ia memilih Gunung Thunderbird sebagai kanvas raksasa dan mulai memahat berdasarkan model marmer yang telah dibuat sebelumnya. Inspirasi desainnya berasal dari kisah Crazy Horse yang, ketika ditanya di mana tanah miliknya, ia menunjuk ke cakrawala dan berkata, "Tanahku adalah tempat para leluhurku dimakamkan."

Tantangan terbesar dalam proyek ini adalah kurangnya referensi visual. Crazy Horse tidak pernah mengizinkan dirinya difoto karena meyakini bahwa gambar dapat merenggut jiwanya. Korczak pun mengandalkan deskripsi dari orang-orang sezaman sang pejuang untuk menciptakan wujud patungnya.

Monumen ini memiliki makna yang sangat berbeda dengan Gunung Rushmore, yang berjarak hanya beberapa kilometer. Jika Gunung Rushmore sering dianggap sebagai simbol ekspansionisme Amerika, maka Crazy Horse Memorial adalah penghormatan kepada mereka yang berjuang melawan penindasan. Seperti yang dikatakan Korczak, "Saya ingin menceritakan kisah suku Indian Amerika, sebuah bagian kelam dalam sejarah bangsa ini."

Baca juga: Hiroshima Peace Memorial Park, Kisah Perjuangan dan Kenangan Mendalam yang Tak Terlupakan

Perjuangan Tak Berujung

Crazy Horse Memorial (crazyhorsememorial.org)

Pengerjaan patung dimulai secara resmi pada 3 Juni 1948 dengan ledakan pertama yang disaksikan oleh keturunan Crazy Horse dan banyak penduduk asli Amerika. Korczak menggunakan bor pneumatik dan dinamit untuk membentuk gunung. Ia bahkan membangun sendiri rumah kayu di lokasi terpencil yang belum memiliki jalan maupun listrik.

Selama bertahun-tahun, ia menghabiskan waktu membangun infrastruktur seperti tangga setinggi 741 anak tangga, kereta kabel buatan sendiri, serta jalan menuju puncak gunung. Pada 1976, tercatat lima juta ton batu telah diledakkan dari gunung tersebut.

Hingga akhir hayatnya pada 1982, patung tersebut baru terbentuk sebagian. Meski demikian, dedikasi dan visinya menarik banyak pendukung. Kini, proyek ini diteruskan oleh keluarganya dan dikelola oleh Crazy Horse Memorial Foundation, yang menolak pendanaan pemerintah demi menjaga independensi dan kesetiaan pada visi awal Korczak.

Baca juga: Fremantle War Memorial, Pusaka Bersejarah di Monument Hill Perth

Kontroversi Crazy Horse Memorial

Pembangunan Crazy Horse Memorial di Black Hills dimulai pada tahun 1948. Meskipun suatu hari nanti mungkin menjadi salah satu patung terbesar di dunia, setelah 70 tahun, proyek ini masih belum selesai.

Mengapa prosesnya begitu lama? Karena Korczak Ziolkowski, perancang monumen ini, belajar dari pengalaman buruk Gutzon Borglum, pembuat Mount Rushmore, yang sering mengalami penundaan akibat masalah pendanaan dari pemerintah federal. Oleh karena itu, Ziolkowski berjanji hanya akan menerima dana dari sumber pribadi, yang menyebabkan kemajuan proyek ini berjalan sangat lambat.

Para kritikus berpendapat bahwa Crazy Horse, tokoh penting suku Sioux, tidak akan pernah menginginkan patung raksasa dirinya diukir di perbukitan yang justru ingin ia lindungi. Selain itu, tidak ada foto terdokumentasi dari Crazy Horse, sehingga timbul pertanyaan besar mengenai keakuratan tampilan monumen ini.

Baca juga: Chattri Memorial: Menghormati Pengorbanan Prajurit India di Perang Dunia Pertama

Monumen yang Terus Berkembang

Crazy Horse Memorial telah menjadi simbol perjuangan dan kebanggaan bagi suku asli Amerika. Situs ini juga berkembang menjadi pusat budaya yang mencakup museum, universitas, dan pusat pendidikan bagi generasi muda Indian Amerika.

Dari generasi ke generasi, proyek ini menjadi bukti ketekunan dan komitmen untuk menghormati sejarah dan warisan suku Sioux. Dengan setiap ledakan batu dan pahatan yang dibuat, Crazy Horse Memorial terus mendekati visi aslinya—menceritakan kisah yang selama ini tersisih dalam sejarah Amerika Serikat.

Penulis :
Latisha Asharani
Editor :
Latisha Asharani