
Pantau - Kepala Badan Intelijen Israel Mossad, David Barnea mengungkapkan kepada keluarga sandera Israel yang ditahan di Gaza bahwa peluang mencapai kesepakatan pertukaran tahanan dengan Hamas semakin menipis.
Pernyataan ini disampaikan Barnea dalam pertemuan dengan beberapa keluarga sandera Israel belakangan ini, menurut laporan media Israel.
Barnea menyatakan, kini Israel menunggu respons Hamas terkait usulan gencatan senjata yang diajukan oleh Mesir dan Qatar.
"Saat ini, peluang untuk mencapai kesepakatan kecil sangat rendah, karena Hamas bersikeras agar perang dihentikan," ujarnya, melansir Anadolu, Senin(4/11/2024).
Baca juga: Geger! Media Israel Bongkar Skandal Keamanan Netanyahu
Pekan lalu, Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi mengusulkan gencatan senjata selama dua hari antara Israel dan Hamas.
Namun, pada Sabtu (2/11/2024, Hamas menyebut usulan gencatan senjata di Gaza sebagai “tuduhan palsu” karena tidak mencakup penghentian perang Israel atau penarikan pasukan dari wilayah tersebut.
Saat ditanya tentang upaya mengakhiri permusuhan dengan Palestina, Barnea menegaskan negosiator Israel tak diberi otoritas oleh Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu dalam mencapai kesepakatan komprehensif yang mengakhiri perang di Gaza.
Upaya mediasi yang dipimpin oleh Amerika Serikat (AS), Mesir, dan Qatar hingga saat ini belum berhasil mencapai kesepakatan gencatan senjata di Gaza.
Baca juga: Hamas Klaim Israel Tidak Serius dalam Perundingan Gencatan Senjata di Gaza
Namun, Washington meyakini pembunuhan Kepala Biro Politik Hamas, Yahya Sinwar pada 18 Oktober 2024 memicu terobosan dalam negosiasi.
Sementara itu, Hamas menegaskan konflik ini hanya akan berakhir jika Israel menghentikan serangan militernya di wilayah yang diblokade, dan menewaskan lebih dari 43.300 orang sejak Oktober 2023.
Serangan Israel juga mengakibatkan hampir seluruh populasi wilayah tersebut mengungsi, seiring blokade yang memicu krisis pangan, air bersih, dan obat-obatan.
Israel kini juga menghadapi gugatan genosida di Mahkamah Internasional (ICJ) terkait tindakan keji di Gaza, yang kian mempersulit situasi.
Sumber: Anadolu
- Penulis :
- Khalied Malvino
- Editor :
- Khalied Malvino








