
Pantau - Kementerian Intelijen Iran mengumumkan bahwa pihaknya berhasil menggagalkan rencana serangan teror besar yang dirancang untuk memicu kerusuhan di ibu kota Teheran, yang diduga didukung oleh badan intelijen Israel, Mossad.
Kelompok yang disebut sebagai "oposisi pro-monarki" diketahui menjadi pelaksana utama rencana ini dengan dukungan logistik dan strategi dari Mossad.
Rencana tersebut memanfaatkan momentum serangan terhadap Penjara Evin yang terjadi bulan lalu, di mana sejumlah wilayah di Teheran, termasuk bagian utara ibu kota dan kompleks Penjara Evin, menjadi target pengeboman.
Menurut pernyataan resmi, rencana aksi teror ini dijadwalkan berlangsung pada 23 Juni, dengan kelompok bersenjata dikirim ke Teheran sehari sebelumnya.
Aksi Terkoordinasi dan Target Penyerangan
Kementerian Intelijen Iran menyebutkan bahwa kelompok yang dituding bertindak atas arahan Mossad berniat menyerang sejumlah fasilitas militer dan pusat penegakan hukum yang berada di sekitar Penjara Evin.
"Tindakan dilakukan untuk menemukan dan menggagalkan rencana kelompok pro-monarki yang bergerak di bawah Mossad ... untuk mengirim pasukan ke Teheran pada 22 Juni untuk melancarkan serangan teror keesokan harinya," ungkap pernyataan resmi kementerian.
Lebih dari 120 tentara bayaran berhasil ditangkap dalam operasi penumpasan yang tersebar di 23 wilayah di seluruh Iran.
Latar Belakang: Serangan ke Penjara Evin dan Dampaknya
Serangan terhadap Penjara Evin pada Juni lalu menewaskan puluhan orang dan memicu situasi keamanan yang genting di Teheran.
Kantor berita Tasnim melaporkan bahwa sebagian besar kantor administrasi Penjara Evin hancur akibat serangan tersebut.
Sejumlah tahanan, staf penjara, dan tamu yang berada di lokasi mengalami luka-luka dalam peristiwa itu.
Juru bicara kehakiman Iran, Ashgar Jahangir, menyampaikan bahwa "71 orang tewas akibat serangan Israel terhadap Penjara Evin."
Kementerian Intelijen menyebut upaya penggagalan rencana ini sebagai langkah krusial untuk menjaga stabilitas nasional di tengah meningkatnya ketegangan regional.
- Penulis :
- Aditya Yohan








