Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Kamboja Catat 39 Korban Jiwa Akibat Ranjau Darat dan Bahan Peledak Sisa Perang Sepanjang 2025

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Kamboja Catat 39 Korban Jiwa Akibat Ranjau Darat dan Bahan Peledak Sisa Perang Sepanjang 2025
Foto: (Sumber: Para pejabat Kamboja dan China menghadiri acara peluncuran proyek bantuan China untuk penghapusan ranjau darat di provinsi Siem Reap, Kamboja pada 9 Maret 2023. (Xinhua).)

Pantau - Otoritas Bantuan Korban dan Aksi Ranjau Kamboja (CMAA) melaporkan sebanyak 39 korban jiwa akibat ranjau darat dan sisa-sisa bahan peledak masa perang (Explosive Remnants of War/ERW) sepanjang tahun 2025.

Angka tersebut menunjukkan penurunan sebesar 20 persen dibandingkan tahun 2024 yang mencatatkan 49 korban.

“Sebelas orang tewas, 23 orang terluka, dan lima orang diamputasi akibat ledakan ranjau darat dan ERW tahun lalu,” ujar Juru Bicara CMAA, Lang Kosal, kepada Xinhua pada Kamis, 8 Januari.

Korban terdiri dari 27 pria, 6 anak laki-laki, 4 wanita, dan 2 anak perempuan.

Ratusan Ribu Korban Sejak 1979, Pemerintah Targetkan Bebas Ranjau di 2030

Lang Kosal juga menyampaikan data akumulatif sejak tahun 1979 hingga 2025, di mana tercatat sebanyak 19.845 orang tewas akibat ranjau darat dan ERW di Kamboja.

Sementara itu, 45.280 orang lainnya mengalami luka-luka atau amputasi akibat ledakan bahan peledak sisa perang.

Kamboja merupakan salah satu negara yang paling terdampak oleh ranjau darat dan ERW di dunia.

Diperkirakan terdapat antara 4 hingga 6 juta ranjau darat dan amunisi lainnya yang tertinggal akibat konflik bersenjata selama tiga dekade yang baru berakhir pada tahun 1998.

Pemerintah Kamboja telah menetapkan target ambisius untuk membersihkan seluruh wilayah dari ranjau darat dan bahan peledak sisa perang secara menyeluruh pada tahun 2030.

Penulis :
Aditya Yohan