
Pantau - Parlemen Eropa secara resmi menunda persetujuan kesepakatan perdagangan antara Uni Eropa (UE) dan Amerika Serikat (AS) pada Rabu, 21 Januari 2026, sebagai respons terhadap ancaman tarif dari pihak AS yang berkaitan dengan wilayah Greenland.
Penundaan ini diumumkan oleh Ketua Komite Perdagangan Internasional Parlemen Eropa, Bernd Lange, yang menyebut bahwa langkah tersebut diambil karena kekhawatiran atas tindakan AS yang dinilai mengancam integritas teritorial salah satu negara anggota UE.
AS Dianggap Menggunakan Tarif Sebagai Tekanan Politik
Bernd Lange menyampaikan bahwa Parlemen Eropa akan menghentikan sementara pembahasan terhadap dua usulan legislatif yang menjadi bagian dari kesepakatan perdagangan antara UE dan AS.
"Mengingat ancaman yang terus berlanjut dan semakin meningkat, termasuk ancaman tarif, terhadap Greenland dan Denmark, serta sekutu-sekutu Eropa mereka, kami tidak memiliki pilihan lain selain menangguhkan pembahasan tentang dua usulan legislatif Turnberry," ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa pendekatan AS yang menggunakan tekanan tarif dianggap sebagai langkah yang mengganggu kerja sama dagang antarnegara mitra.
"Dengan mengancam integritas teritorial dan kedaulatan sebuah negara anggota UE dan menggunakan tarif sebagai alat pemaksaan, AS merusak stabilitas dan prediktabilitas hubungan perdagangan UE-AS," ia mengungkapkan.
Hubungan Dagang UE-AS Terancam Memburuk
Keputusan Parlemen Eropa ini berpotensi memicu ketegangan baru dalam hubungan dagang antara dua kekuatan ekonomi besar tersebut, terlebih karena isu yang menyangkut Greenland, wilayah otonom Denmark, kini menjadi bagian dari perselisihan geopolitik.
Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah AS terkait penundaan tersebut.
Namun, langkah Parlemen Eropa menandai ketegasan posisi UE dalam menghadapi tekanan eksternal yang dianggap mengganggu prinsip kedaulatan dan stabilitas kawasan.
- Penulis :
- Shila Glorya







