
Pantau - Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi mengecam keras serangan Amerika Serikat terhadap fasilitas desalinasi air di Pulau Qeshm, wilayah selatan Iran, yang dilaporkan berdampak pada pasokan air bagi puluhan desa.
Pernyataan tersebut disampaikan Araghchi pada Sabtu melalui unggahan di platform media sosial X.
Serangan tersebut dilaporkan dilakukan menggunakan rudal yang diluncurkan dari pangkalan militer Amerika Serikat di Jufair, Bahrain, pada Jumat.
"AS melakukan kejahatan yang terang-terangan dan nekat dengan menyerang fasilitas desalinasi air tawar di Pulau Qeshm. Pasokan air di 30 desa terdampak", ungkap Araghchi.
Ia menilai serangan terhadap infrastruktur sipil Iran merupakan tindakan berbahaya yang dapat memicu konsekuensi serius.
Iran Sebut Serangan Berbahaya
Araghchi menegaskan bahwa serangan terhadap fasilitas penting seperti instalasi air bersih merupakan langkah yang berisiko memperburuk ketegangan di kawasan.
Ia menyebut serangan terhadap infrastruktur Iran sebagai "langkah berbahaya dengan konsekuensi serius."
Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf juga menyatakan serangan terhadap fasilitas desalinasi di Pulau Qeshm dilakukan dengan dukungan dari salah satu pangkalan udara di negara tetangga di wilayah selatan.
IRGC Luncurkan Serangan Balasan
Korps Garda Revolusi Islam Iran menyatakan telah melakukan serangan balasan terhadap pangkalan militer Amerika Serikat di Bahrain.
Serangan tersebut dilakukan menggunakan rudal berpemandu presisi yang menggunakan bahan bakar padat dan cair.
Sebelumnya pada 28 Februari, Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan gabungan terhadap Teheran serta beberapa kota lain di Iran.
Serangan tersebut kemudian dibalas oleh Iran melalui beberapa gelombang serangan rudal dan drone.
Serangan balasan Iran menargetkan wilayah Israel serta pangkalan militer Amerika Serikat yang berada di kawasan Timur Tengah.
- Penulis :
- Gerry Eka








