
Pantau - Amerika Serikat resmi mencabut sanksi terhadap penjabat Presiden Venezuela, Delcy Rodríguez, pada Rabu, 1 April 2026 melalui Kantor Pengawasan Aset Luar Negeri (Office of Foreign Assets Control/OFAC), sebagai langkah awal menuju normalisasi hubungan kedua negara.
Pencabutan Sanksi dan Respons Venezuela
Penghapusan tersebut membuat nama Rodríguez tidak lagi tercantum dalam daftar individu yang dikenai sanksi oleh pemerintah AS.
Langkah ini disebut sebagai bagian dari upaya Washington untuk memperbaiki dan menormalkan kembali hubungan diplomatik dengan Venezuela yang sempat memburuk selama beberapa tahun terakhir.
Rodríguez menyambut keputusan tersebut dan menyatakan bahwa kebijakan Presiden AS Donald Trump merupakan langkah penting dalam hubungan bilateral.
Ia mengatakan, "Ini adalah langkah signifikan menuju normalisasi hubungan antara kedua negara," ungkapnya.
Rodríguez juga berharap kebijakan ini akan diikuti dengan pencabutan sanksi lainnya terhadap Venezuela.
Ia menilai kebijakan tersebut berpotensi membuka peluang percepatan pembangunan ekonomi, peningkatan investasi, serta memperkuat kerja sama bilateral yang lebih efektif.
Latar Belakang Politik dan Dampaknya
Hubungan diplomatik antara Amerika Serikat dan Venezuela diketahui sempat terputus sejak 2019 dan baru mulai dipulihkan pada Maret 2026.
Perubahan besar terjadi setelah mantan presiden Nicolás Maduro ditangkap oleh pasukan AS pada Januari 2026 dalam operasi yang memicu perhatian internasional.
Setelah itu, Mahkamah Agung Venezuela menunjuk Delcy Rodríguez sebagai penjabat presiden untuk menjalankan pemerintahan sementara.
Pemerintah AS kemudian mengakui kepemimpinan Rodríguez dan mulai membuka kembali kerja sama diplomatik serta ekonomi, termasuk di sektor minyak dan investasi.
Meski demikian, sejumlah pejabat dari era Maduro masih tetap masuk dalam daftar sanksi AS dan menjadi fokus perhatian hukum.
Secara keseluruhan, pencabutan sanksi terhadap Rodríguez dipandang sebagai langkah awal menuju normalisasi hubungan yang lebih luas antara Amerika Serikat dan Venezuela.
- Penulis :
- Arian Mesa









