
Pantau - Iran membantah tuduhan telah meluncurkan rudal atau drone ke negara-negara Teluk selama masa gencatan senjata dengan Amerika Serikat yang mulai berlaku sejak 7 April 2026.
Bantahan Resmi IRGC
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menegaskan bahwa tidak ada serangan yang dilakukan oleh angkatan bersenjata Iran selama periode gencatan senjata.
“Angkatan bersenjata Republik Islam Iran tidak melakukan peluncuran apa pun ke negara mana pun selama gencatan senjata hingga saat ini,” ungkapnya.
IRGC juga menyatakan bahwa jika terdapat laporan serangan, maka hal tersebut diduga dilakukan oleh pihak lain yang disebut sebagai “musuh Zionis” atau Amerika Serikat.
“Setiap tindakan yang tidak tercantum dalam pernyataan resmi Republik Islam Iran tidak ada kaitannya dengan kami,” tambahnya.
Gencatan Senjata dan Ketegangan Kawasan
Gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat diumumkan pada 7 April 2026 dan dimediasi oleh Pakistan sebagai langkah awal menuju kesepakatan yang lebih luas.
Kesepakatan tersebut muncul di tengah konflik yang telah berlangsung sejak 28 Februari dan menyebabkan ribuan korban jiwa.
Namun, terdapat perbedaan klaim terkait cakupan gencatan senjata, di mana Pakistan dan Teheran menyebut mencakup Lebanon dan Washington, sementara Israel membantah hal tersebut.
Situasi ini menunjukkan ketegangan di kawasan Timur Tengah masih tinggi meski upaya diplomasi terus dilakukan.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








