Pantau Flash
Hukum

Polisi Ringkus 2 Pelaku Kasus TPPO

Oleh Yohanes Abimanyu
Polisi Ringkus 2 Pelaku Kasus TPPO
Pantau – Polda Metro Jaya menangkap dua orang pelaku yang terlibat dalam kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) berinisial A (30) dan HCI (61).

“Tersangka berjumlah dua orang, berjenis kelamin perempuan, keduanya ditangkap di dua TKP berbeda,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Hengki Haryadi ditemui di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (9/6/2023).

Hengki mengatakan tersangka pertama berinisial A (30) yang ditangkap di tempat kejadian perkaranya (TKP) di Jalan Percetakan Negara, Kecamatan Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Sedangkan tersngka kedua berinisial HCI (61) yang ditangkap di Jalan Persahabatan A1 Nomor 88 RT. 10 RW. 8 Kel. Kelapa Dua Wetan Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur.

“Untuk TKP pertama ada satu orang korban berinisial LH (35), kemudian di TKP kedua ada lima orang korban yaitu S (31), WN (33), IW (34), NI (21), NW (47),” tuturnya.

Menurut Hengki, modus yang dilakukan kedua orang tersangka ini yakni dengan perekrutan dan penampungan wanita untuk dipekerjakan ke luar negeri dengan melanggar prosedur (non procedural) atau tidak memenuhi persyaratan sebagai Pekerja Migran Indonesia.

“Para korban ditempatkan di sebuah rumah di kedua TKP tersebut selama kurang lebih empat bulan dengan alasan diberikan pelatihan atau magang istilahnya,” jelasnya.

Dikatakan Hengki, selama berada di rumah kedua tersangka, para korban dipekerjakan sebagai asisten rumah tangga seperti menyapu, mengepel, mencuci piring, dan memasak.

“Untuk barang bukti yang telah diamankan di TKP pertama yaitu satu buku Paspor C7101304, satu buah Visa, satu lembar foto tiket Qatar, dua buah ponsel, dua buah KTP korban,” pungkas Mantan Kapolres Jakarta Pusat.

Kemudian barang bukti di TKP kedua yaitu tiga buah paspor korban, enam lembar bukti pemesanan tiket pesawat, empat bukti transfer, dan satu buah ponsel.

Atas perbuatannya tersangka dijerat dengan Pasal 2 dan atau Pasal 4 dan atau Pasal 10 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 Tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang Dan Atau Pasal 81 Jo Pasal 69 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 Tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia dengan ancaman pidana maksimal 15 tahun dan denda maksimal Rp5 miliar.
Penulis :
Yohanes Abimanyu
# In Article