Pantau Flash
HOME  ⁄  Nasional

Arca dan Emas Ditemukan di Kota Kapur, BPK Wilayah V Sebut Bukti Peradaban Kuno Nusantara

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Arca dan Emas Ditemukan di Kota Kapur, BPK Wilayah V Sebut Bukti Peradaban Kuno Nusantara
Foto: (Sumber: Arca temuan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah V Jambi di Kota Kapur, Kabupaten Bangka. ANTARA/HO-Humas BPK Wilayah V Jambi.)

Pantau - Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah V Jambi menemukan sejumlah arca, potongan emas, dan artefak lainnya di situs Kota Kapur, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, yang menguatkan bukti bahwa wilayah tersebut pernah menjadi pusat peradaban kuno di nusantara.

Temuan Arkeologis Perkuat Bukti Peradaban Kuno

Penemuan ini mencakup arca, potongan emas, botol kaca, fragmen arca, tumpukan keramik dari China, kepingan uang emas, batangan emas, dan perhiasan manik-manik.

"Kita tidak hanya menemukan arca-arca dan potongan emas tetapi juga botol kaca, fragmen arca, tumpukan keramik dari China, kepingan uang emas, batangan emas dan perhiasan manik-manik," ungkap perwakilan BPK Wilayah V Jambi.

Seluruh benda yang ditemukan saat ini tengah diamankan dan diteliti oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

"Saat ini arca-arca yang ditemukan di Kota Kapur ini disimpan di Badan Riset dan Inovasi Nasional untuk diteliti lebih dalam," katanya.

Penemuan tersebut menguatkan dugaan bahwa Kota Kapur adalah salah satu kawasan penting dalam sejarah peradaban nusantara.

Situs Kota Kapur Terancam Kerusakan Lingkungan

Situs Kota Kapur berada di lahan perbukitan kecil dengan dataran tinggi yang ditandai oleh Bukit Besar, yang dapat terlihat dari Selat Bangka.

Dari arah utara, bukit-bukit di kawasan situs ini semakin meninggi, menjadi hulu dari sejumlah sungai yang mengalir di wilayah tersebut.

"Daerah perbukitan ini merupakan sumber air dan hulu dari sejumlah sungai yang mengalir. Namun lingkungan sekitar kaki Bukit Besar saat ini telah menjadi lahan tambang, mengakibatkan rusaknya lingkungan dan hilangnya vegetasi," jelasnya.

Kota Kapur memiliki luas 154,045 hektare dan memiliki ciri khas permukiman di tepi sungai dalam lingkup benteng yang dikelilingi parit serta pelabuhan-pelabuhan kuno.

Adapun batas wilayah situs ini adalah:

Sebelah utara berbatasan dengan Sungai Mendo

Sebelah selatan berbatasan dengan Desa Penagan

Sebelah barat berbatasan dengan Selat Bangka

Sebelah timur berbatasan dengan Sungai Rukam

Namun saat ini, sebagian besar lahan di dalam situs digunakan sebagai area perkebunan masyarakat.

"Saat ini sebagian besar lahan di dalam situs Kota Kapur menjadi area perkebunan karet, lada, durian, enau, duku, serta padi ladang, sehingga diperlukan upaya bersama untuk merevitalisasi kawasan situs Kota Kapur untuk menjaga kelestarian cagar budaya ini," ujarnya.

Penulis :
Gerry Eka