
Pantau - Kementerian Pariwisata menetapkan peningkatan keamanan wisata sebagai fokus utama kebijakan tahun 2026, menyusul insiden tenggelamnya kapal wisata KM Putri Sakinah di perairan Pulau Padar, Labuan Bajo, pada 26 Desember 2025.
Peristiwa tersebut menewaskan satu wisatawan asal Spanyol dan menyebabkan tiga lainnya masih hilang, sementara tujuh orang dilaporkan selamat.
Langkah Strategis: Pelatihan, Pendampingan, dan Koordinasi Lintas Sektor
Menanggapi insiden ini, Kemenpar mengambil sejumlah langkah konkret, termasuk pelatihan dan edukasi untuk pelaku transportasi wisata serta operator usaha wisata agar lebih memahami prosedur keselamatan dan mitigasi risiko.
“Kami ingin wisata tidak hanya menarik, tapi juga aman. Kita tidak bisa lagi anggap sepele risiko perjalanan wisata, apalagi wisata bahari,” ungkap Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana.
Pendampingan langsung akan dilakukan di lapangan dengan melibatkan pelaku wisata di lokasi destinasi untuk memastikan implementasi keselamatan dilakukan secara konsisten.
Kemenpar juga akan meningkatkan koordinasi dengan Kementerian Perhubungan dalam hal perizinan laik pelayaran dan kelayakan kapal wisata, serta dengan Kementerian Luar Negeri terkait penanganan insiden yang melibatkan wisatawan asing.
Antisipasi terhadap cuaca ekstrem juga menjadi perhatian, terutama di wilayah kepulauan yang rentan. Pemetaan zona rawan dan penguatan sistem peringatan dini akan masuk dalam skema kebijakan tahun ini.
Penanganan KM Putri Sakinah: Pemerintah Terus Pantau Pencarian Korban Hilang
Pemerintah telah menjalin komunikasi aktif dengan Kedutaan Besar Spanyol di Jakarta, dan Wakil Dubes Spanyol turut hadir langsung di Labuan Bajo untuk memantau penanganan.
Evakuasi korban selamat, termasuk pemulangan seorang anak dari keluarga korban, dilakukan melalui Denpasar.
Penanganan jenazah dilakukan secara bertanggung jawab dan humanis, sementara proses pencarian tiga korban yang belum ditemukan masih terus dilakukan oleh tim gabungan.
Langkah-langkah tersebut memperkuat komitmen pemerintah untuk menjadikan keamanan sebagai prasyarat utama dalam pengembangan pariwisata nasional ke depan.
- Penulis :
- Gerry Eka







