Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Wamendikdasmen Menegaskan Musibah Tidak Boleh Melemahkan Semangat Belajar pada Hari Pertama Sekolah

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Wamendikdasmen Menegaskan Musibah Tidak Boleh Melemahkan Semangat Belajar pada Hari Pertama Sekolah
Foto: (Sumber: Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat di SMA Negeri 12 Kota Padang, Provinsi Sumatra Barat pada Senin (5/1/2026) berpesan agar musibah tidak boleh melemahkan semangat belajar dan mengajar di tengah keterbatasan pasca terjadinya bencana alam. ANTARA/HO-Humas Kemendikdasmen)

Pantau - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Atip Latipulhayat menegaskan bahwa musibah bencana alam tidak boleh melemahkan semangat belajar dan mengajar saat meninjau hari pertama kegiatan belajar mengajar pascabencana.

Peninjauan tersebut dilakukan Atip Latipulhayat di SMA Negeri 12 Kota Padang, Provinsi Sumatra Barat, pada Senin, 5 Januari 2026.

Pesan tersebut disampaikan Wamendikdasmen saat meninjau langsung proses pembelajaran di sekolah yang terdampak bencana alam.

Atip Latipulhayat menyampaikan bahwa musibah harus disikapi dengan ikhtiar, kesabaran, dan ketabahan oleh seluruh insan pendidikan.

"Kita menerima musibah ini dengan ikhtiar, kesabaran, dan ketabahan. Keterbatasan yang kita hadapi saat ini adalah keadaan darurat, tetapi tidak boleh dijadikan alasan untuk berhenti bergerak. Justru dari keterbatasan ini kita harus lebih kreatif dan menjadikannya sebagai tantangan untuk bangkit," ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa keterbatasan akibat bencana tidak boleh menjadi alasan untuk menghentikan aktivitas pendidikan di sekolah.

Wamendikdasmen menekankan bahwa proses pembelajaran harus tetap berjalan dengan menyesuaikan kondisi lapangan tanpa meninggalkan tujuan utama pendidikan.

"Bapak dan Ibu Guru harus menyesuaikan pembelajaran dengan situasi darurat ini. Namun tujuan kita tetap sama, yaitu menghadirkan pendidikan yang bermutu bagi peserta didik," ujarnya.

Setelah memimpin upacara bendera, Atip Latipulhayat meninjau sejumlah ruang kelas yang terdampak banjir di lingkungan sekolah.

Ia juga mengunjungi tenda darurat yang difungsikan sebagai ruang belajar sementara bagi para siswa.

Dalam kesempatan tersebut, Wamendikdasmen masuk ke salah satu ruang kelas untuk berinteraksi langsung dengan siswa.

Atip Latipulhayat juga mengikuti sesi tatap muka virtual bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti yang saat itu berada di SMAN 4 Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh.

SMAN 4 Kejuruan Muda merupakan salah satu sekolah yang juga terdampak banjir.

Atip Latipulhayat menjelaskan bahwa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah memetakan tingkat kerusakan satuan pendidikan pascabencana.

Tingkat kerusakan tersebut dikategorikan menjadi rusak ringan, rusak sedang, dan rusak berat.

Sekolah dengan kategori rusak ringan telah dibersihkan agar dapat segera digunakan kembali untuk proses pembelajaran.

Sekolah dengan kategori rusak berat akan menjadi prioritas dalam program revitalisasi pada tahun 2026.

Untuk wilayah Sumatra Barat, terdapat sekitar 50 sekolah yang menjadi prioritas revitalisasi.

Sementara itu, di Provinsi Aceh dan Sumatra Utara jumlah sekolah prioritas revitalisasi mencapai sekitar seribuan sekolah.

"Untuk Sumatra Barat, terdapat sekitar 50 sekolah yang menjadi prioritas revitalisasi. Sementara di Provinsi Aceh dan Sumatra Utara jumlahnya sekitar seribuan sekolah. Pembelajaran di tiga provinsi terdampak ini disesuaikan dengan kondisi lapangan dan tidak dipaksakan seperti situasi normal," jelasnya.

Guru SMA Negeri 12 Padang Rahmidayetti menggambarkan bahwa proses pendidikan tetap berjalan meskipun dilaksanakan dalam situasi darurat.

Ia menyebutkan bahwa pada pelaksanaan ujian semester ganjil 15 Desember 2025, sejumlah siswa mengikuti ujian di tenda darurat.

Sebagian siswa lainnya mengikuti ujian di ruang kelas yang dilapisi terpal, bahkan ada yang hanya menggunakan kursi tanpa meja.

"Kami cukup terharu melihat semangat siswa. Mereka tetap mengikuti ujian dalam kondisi apa adanya, namun prosesnya berjalan lancar dan tertib," ungkap Rahmidayetti.

Penulis :
Ahmad Yusuf
Editor :
Ahmad Yusuf