Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Enam Jenazah Korban Banjir Bandang Agam Dimakamkan Massal di TPU Sungai Jariang

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Enam Jenazah Korban Banjir Bandang Agam Dimakamkan Massal di TPU Sungai Jariang
Foto: (Sumber: Pemakaman jenazah korban banjir bandang Palembang, Kabupaten Agam di Tapau Sungai Jariang, Kecamatan Lubuk Basung, Rabu (7/1/2026). ANTARA/Yusrizal/am.)

Pantau - Sebanyak enam jenazah korban banjir bandang di Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat dimakamkan secara massal di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sungai Jariang, Kecamatan Lubuk Basung, pada Rabu (7 Januari 2026).

Kapolda Sumatera Barat, Irjen Pol Gatot Tri Suryanta, mengungkapkan bahwa enam jenazah tersebut terdiri dari empat perempuan, satu laki-laki, dan satu bagian tubuh.

"Keenam jenazah ini sudah teridentifikasi dan tinggal menunggu pembanding dari pihak keluarganya," ujarnya.

Sebelum dimakamkan, jenazah dishalatkan di Masjid Agung Nurul Falah Lubuk Basung, dengan Kapolda Sumbar bertindak sebagai imam.

Doa pemakaman dipimpin oleh Ketua DPRD Agam, Ilham.

Sudah 16 Jenazah Dimakamkan di TPU Sungai Jariang

Pemakaman ini merupakan pemakaman massal kedua yang dilakukan di TPU Sungai Jariang.

Sebelumnya, pada 11 Desember 2025, sebanyak 10 jenazah korban banjir bandang juga dimakamkan secara massal di lokasi yang sama, empat di antaranya telah berhasil diidentifikasi.

Total 16 jenazah yang dimakamkan di TPU tersebut ditemukan di wilayah Kecamatan Palembayan dan sekitarnya.

Bupati Agam, Benni Warlis, menyampaikan bahwa jenazah yang dimakamkan kali ini merupakan jenazah terakhir yang berhasil diidentifikasi di RSUD Lubuk Basung.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada DVI Mabes Polri, Kapolda Sumbar dan jajaran," ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa semua jenazah yang dimakamkan sudah teridentifikasi dan tinggal menunggu kedatangan keluarga masing-masing.

Total Korban Meninggal Capai 253 Orang

Hingga saat ini, jumlah total korban meninggal akibat bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Agam dan sekitarnya pada akhir November 2025 mencapai 253 orang.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 222 jenazah telah berhasil diidentifikasi, terdiri dari 110 laki-laki dan 112 perempuan.

Sementara itu, 31 jenazah masih dalam proses identifikasi, terdiri dari 14 laki-laki, 12 perempuan, dan 5 bagian tubuh.

"Polri bersama TNI, pemerintah daerah, tenaga kesehatan dan relawan terus memaksimalkan identifikasi jenazah," jelas Kapolda.

Banjir bandang, tanah longsor, banjir, dan angin puting beliung yang terjadi pada akhir November 2025 menyebabkan kerusakan luas dan korban jiwa di berbagai kecamatan di Kabupaten Agam.

Sebaran korban meninggal di Agam adalah sebagai berikut:

  • Kecamatan Malalak: 16 orang
  • Kecamatan Matur: 1 orang
  • Kecamatan Tanjung Raya: 10 orang
  • Kecamatan Palupuh: 1 orang
  • Kecamatan Palembayan: 136 orang
  • Kecamatan Ampek Nagari: 1 orang

Pada 6 Januari 2026, wilayah Kabupaten Agam secara resmi memasuki masa transisi dari tanggap darurat pascabencana.

Penulis :
Ahmad Yusuf